Page 654 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 654

MENAKER: SELAMA PANDEMI UPAH BURUH TURUN 5,2 PERSEN JADI RP 2,76 JUTA

              Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida fauziyah mengatakan berdasarkan data Survei Angkatan
              Kerja  Nasional  (SAKERNAS),  selama  pandemi  covid-19  upah  buruh  mengalami  penurunan
              sebesar 5,20 persen atau menjadi Rp 2,76 juta.

              "Sektor  ketenagakerjaan  merasakan  imbas  pandemi  Covid-19  yang  cukup  besar,  rilis  data
              Sakernas menunjukan upah buruh mengalami penurunan 5,20 persen, atau menjadi Rp 2,76
              juta," kata Menaker, dalam pembukaan Digital Career Expo 2021 di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

              Meskipun  upah  mengalami  penurunan  akan  tetapi  laju  tingkat  pengangguran  terbuka  (TPT)
              justru  mengalami  peningkatan  1,84  persen  dari  Agustus  2019  menjadi  7,07  persen.  Ini
              menandakan  lesunya  aktivitas  produksi  akibat  adanya  pembatas  sosial  yang  menghambat
              mobilitas, baik bahan produksi atau juga barang yang siap untuk dijual oleh perusahaan.

              Menurutnya, di tengah situasi seperti ini dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak baik itu
              Pemerintah,  Institusi  Pendidikan,  Kesehatan,  akademisi,  dukungan  swasta  dan  masyarakat
              sangat  penting  untuk  bersama  menstabilkan  kembali  kondisi  ekonomi,  serta  menggerakan
              kembali sektor ketenagakerjaan agar terwujud kesejahteraan masyarakat.

              "Oleh sebab itu pelaksanaan Digital Karir Expo di masa sekarang ini merupakan suatu upaya
              yang sangat bermanfaat dan berkontribusi terhadap penciptaan peluang bagi tenaga kerja untuk
              mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

              Selain itu, kata Menaker, perusahaan juga dapat memperoleh kandidat yang berkualitas dan
              sesuai dengan spesifikasi jabatan yang ditawarkan.

              Selain aman pelaksanaan, Digital Karir Expo ini dinilai lebih efisien, karena akan mengurangi
              biaya yang harus dikeluarkan baik oleh pencari kerja, perusahaan bahkan penyelenggara.
              "Saya merasa sangat berbahagia karena Pelaksanaan Digital Karir Expo telah memanfaatkan
              salah  satu  layanan  pada  Sisnaker/SIAPkerja  yaitu  jobfair.kemnaker.go.id  yang  merupakan
              subsistem dari karirhub, dengan menggunakan layanan ini data perusahaan dan pencari kerja
              sampai dengan penempatan tenaga kerja dapat terdokumentasi dan terlapor dengan baik dan
              mudah," ungkapnya.

              Disisi lain, Menaker menegaskan bahwa Penyelenggaraan Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair)
              tidak boleh memungut biaya satu rupiah pun kepada pencari kerja karena bertentangan dengan
              Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

              Kemudian juga dilarang di Konvensi ILO Nomor 88 Tahun 1948 yang sudah diratifikasi dengan
              Kepres Nomor 36 Tahun 2002 serta Permenaker Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan
              Tenaga Kerja.
              "Hal  ini  perlu  saya  sampaikan  karena  masih  terdapat  lembaga-lembaga  swasta  dan  Event
              Organizer  (EO)  menyelenggarakan  kegiatan  Pameran  Kesempatan  Kerja  (Job  Fair),  Apabila
              terdapat  pungutan  biaya  kepada  pencari  kerja  sudah  jelas  sangat  bertentangan  dengan
              peraturan perundangan yang berlaku," pungkasnya.











                                                           653
   649   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659