Page 166 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 166

Lantas, bagaimana cara cek status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan? Anda bisa mengecek
              status   kepesertaan   BPJS    Ketenagakerjaan    apakah    aktif   atau   tidak   di   laman
              https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/. Sebelum masuk, pastikan bahwa Anda telah terdaftar
              sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jika sudah terdaftar, maka Anda bisa mengecek status
              kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan terlebih dahulu melakukan login.

              Selanjutnya, isikan email dan password, serta centang kode captcha "Saya bukan robot", lalu
              klik  "Login".  Setelah  login  berhasil,  lalu  pilih  menu  "Kartu  Digital"  untuk  melihat  status
              kepesertaan serta rincian informasi lain seperti di mana Anda bekerja, upah yang diterima, dan
              pembayaran iuran terakhir.

              Selain itu, terdapat pula menu "Bantuan Subsidi Upah" yang menginformasikan apakah Anda
              lolos atau tidak dalam verifikasi dan validasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai calon penerima BSU.
              Jika lolos, maka Anda akan terdapat pesan sebagai berikut:

              "Anda lolos verifikasi dan validasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai calon penerima Bantuan Subsidi
              Upah (BSU), untuk verifikasi selanjutnya akan dilakukan oleh Kemnaker. Proses verifikasi dan
              validasi dilakukan sesuai dengan Permenaker Nomor 16 tahun 2021".

              Selain terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juni 2021, calon
              penerima BSU juga harus memenuhi sejumlah persyaratan lain, seperti:

              Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  yang  dibuktikan  dengan  kepemilikan  Nomor  Induk
              Kependudukan (NIK)

              Mempunyai gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta per bulan

              Bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4 yang ditetapkan oleh pemerintah

              Diutamakan bagi pekerja yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka
              industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan,
              sesuai dengan klasifikasi data sektoral di

              BPJS Ketenagakerjaan.

              Untuk  pekerja  atau  buruh  yang  bekerja  di  wilayah  dengan  upah  minimum
              provinsi/kabupaten/kota  lebih  besar  dari  Rp  3,5  juta,  maka  persyaratan  gaji/upah  tersebut
              menjadi paling banyak yaitu sebesar upah minimum yang dibulatkan ke atas hingga ratusan
              ribuan  penuh.  Sebagai  contoh  UMP  DKI  Jakarta  2021  adalah  sebesar  Rp  4.416.186,  maka
              dibulatkan menjadi Rp 4,5 juta.






















                                                           165
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171