Page 59 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 59

Konsep ini sebenarnya juga sudah diberlakukan di negara-negara lain seperti Jepang, Malaysia
              serta Korea Selatan serta negara di Eropa. Di Indonesia kebijakan ini mulai diinisiasi dengan
              program bernama Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              Sesuai konsep dalam jaminan sosial yang ditetapkan International  Labor Organization (ILO),
              jaminan  kehilangan  pekerjaan  ini  diharapkan  tidak  hanya  bersifat  sementara  namun  harus
              memiliki aspek-aspek dalam pengembangan unemployment protection. Aspek tersebut meliputi
              kesinabungan  (sustainibility),  keterjangkauan  (affordibility),  penerimaan  (acceptibitity)  dan
              memadai (adeguacy).

              Secara kondisi aktual, proses pengembangan jaminan sosial masih perlu dikembangkan. Kondisi
              ini  dikaitkan  dengan  makin  banyaknya  penduduk  usia  kerja.  Menurut  data  kementerian
              Ketenagakerjaan data penduduk usia kerja pada bulan Agustus 2020 di rempuan (2003) dalam
              dunia ketenagakerjaan ada beberapa fenomena yang diyakini.

              Antara lain masih tingginya angka pengangguran, banyaknya tenaga kerja yang bekerja di sektor
              informal,  rendahnya  upah  dan  masih  sedikitnya  yang  tercakup  dalam  sistem  jaminan  sosial
              tenaga kerja. Salah satu aspek yang menonjol adalah angka penganggurannya yang tinggi.

              Tingginya  angka  pengangguran  tersebut  terjadi  karena  besarnya  supply  tenaga  kerja  (labor
              surplus) akibat tekanan demografis di satu sisi, sementara di sisi lain kesempatan kerja (empto-
              yment opportunities) masih sangat terbatas akibat pandemi.

              Konsep JKP

              Indonesia  melalui  peran  Kementerian  Ketenagakerjaan  dan  Badan  Pengelola  Jaminan  Sosial
              Ketenagakerjaan  (BP  Jamsostek)  mulai  menerapkan  konsep  unemployment  protection  yang
              diejawantahkan Indonesia sebanyak 203.972.400 orang (Kementerian Ketenagakerjaan, 2021).

              Data ini meningkat 1,38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini karena penduduk usia
              kerja memiliki porsi di sistem perlindungan dan jaminan sosial. Maka sesuai dengan jumlah data
              penduduk usia kerja kita bisa melihat bagaimana kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Apakah
              perlu dukungan pengembangan sistem jaminan perlindungan kehilangan pekerjaan.

              Menurut  kajian  oleh  Direktorat  Kependudukan,  Kesejahteraan  Sosial,  Dan  Pemberdayaan
              Perempuan menjadi Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program JKP adalah program
              jaminan kehilangan pekerjaan yang diberikan kepada peserta BP Jamsostek ketika mengalami
              pemutusan hubungan kerja.

              Skema ini juga sesuai dengan pencapaian inovasi kebijakan publik. Yakni dapat menciptakan
              ekosistem berusaha dan bekerja yang lebih baik. Ini supaya pekerja di Indonesia yang berpotensi
              mengalami  risiko  kehilangan  pekerjaan  tetap  mendapat  perlindungan  dan  masih  dapat
              mempertahankan kesejahteraannya.

              Semangat ini juga didukung dengan terbitnya Undang-Undang no 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaran Program
              Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

              Dalam  UU  Cipta  Kerja  tersebut  diatur  bahwa  pekerja/buruh  yang  mengalami  PIIK,  selain
              menerima kompensasi PHK juga berhak atas JKP. JKP tersebut merupakan program jaminan
              sosial yang baru dengan manfaat berupa: Pertama, pelatihan dan sertifikasi; Kedua, uang tunai;
              Ketiga, fasilitasi penempatan. Pekerja yang mendapatkan manfaat JKP, tetap akan mendapatkan
              manfaat  jaminan  sosial  lainnya  yang  berupa  Jaminan  Kesehatan  Nasional  (JKN),  Jaminan
              Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian
              (JKm).

                                                           58
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64