Page 177 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 177
Ringkasan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) atau
BPJamsostek pada hari ini, Rabu (21/4/2021), telah menyerahkan manfaat beasiswa pendidikan
anak peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Beasiswa
ini diberikan kepada 10.451 anak dengan estimasi manfaat yang akan diberikan Rp 115 miliar.
PENYALURAN BEASISWA ANAK PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN DITARGETKAN
RAMPUNG SEBELUM LEBARAN 2021
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) atau
BPJamsostek pada hari ini, Rabu (21/4/2021), telah menyerahkan manfaat beasiswa pendidikan
anak peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Beasiswa
ini diberikan kepada 10.451 anak dengan estimasi manfaat yang akan diberikan Rp 115 miliar.
Penerima beasiswa mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan
tinggi. Penyaluran manfaat beasiswa ini tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun
2019.
"Penyalurannya diharapkan sebelum lebaran kita bisa tuntaskan. Kita juga berharap kerja sama
Gubernur dan Walikota untuk semuanya bersama-sama melaksanakan ini karena sudah
ditunggu-tunggu," kata Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
(BPJamsostek), Anggoro Eko Cahyo, pada Rabu (21/4/2021).
Diungkapkan Anggoro, penyaluran beasiswa ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara
untuk memastikan kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya, termasuk dalam aspek
pendidikan. Oleh karena itu, katanya dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua elemen
baik dari pengusaha, pekerja dan pemerintah untuk memastikan program jaminan sosial
berkelanjutan dan dapat dirasakan oleh seluruh pekerja.
Penyerahan beasiswa ini juta tak lepas dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021
Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Inpres tersebut
mengintruksikan kementerian hingga bupati dan wali kota untuk mengoptimalkan pelaksanaan
program jaminan sosial ketenagakerjaan, yang cakupannya diharapkan bisa terus meningkat.
"Mari kita sinergi untuk sukseskan ini karena semua ini untuk kemaslahatan bagi pekerja dan
keluarganya juga," tuturnya.
Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK mengimbau para pengusaha jasa
konstruksi untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya pada program BPJAMSOSTEK. Selama ini
mereka kebanyakan hanya mendaftarkan proyeknya saja tanpa mendaftarkan tenaga kerjanya.
Selain mendorong para pengusaha jasa konstruksi untuk mengikutkan pekerja proyek ke
program JKK dan JKM, kepada para pekerja jasa konstruksi, Kepala kantor BPJAMSOSTEK
Tangerang Cikokol, Ady Hendratta juga mengimbau, agar mereka mendaftarkan pekerja
kantornya ke BPJAMSOSTEK. Karena, lanjut Ady, masih banyak pengusaha jasa konstruksi yang
hanya mendaftarkan pekerja proyeknya saja, sementara pekerja kantornya malah tidak
didaftarkan.
176

