Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 26
Keberadaan Posko THR Keagamaan ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah agar hak
pekerja/buruh untuk mendapatkan THR keagamaan benar-benar bisa dibayarkan sesuai dengan
ketentuan yang ada.
Posko THR ini memberikan beberapa akses pelayanan yang bisa dimanfaatkan para
pekerja/buruh, pengusaha maupun masyarakat umum. Di antaranya layanan secara offline di
Ruang Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Selain itu posko ini juga bisa diakses secara online melalui bantuan kemnaker.go.id dan call
center 1500 630. Dalam pelaksanaannya, Posko THR 2021 ini melibatkan tim pemantau dari
unsur serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) dan dari unsur organisasi pengusaha yang duduk
dalam keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional. Tim pemantau ini bertugas memantau
jalannya posko sekaligus memberikan saran dan masukan kepada tim posko mengenai
pelaksanaan tugas posko ini.
Agar pelaksanaan koordinasi menjadi lebih efektif, Posko THR 2021 tidak hanya dibentuk di
pusat, tetapi juga di provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Posko ini dapat berjalan
sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundangan dengan tertib dan efektif serta tercapai
kesepakatan yang dapat memuaskan para pihak, yaitu pekerja/buruh dan pengusaha.
Pemerintah memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang masih terdampak Covid-19 dan tak
mampu membayar THR sesuai waktu yang ditentukan. Mereka dapat membayar THR maksimal
H-1 lebaran. Dengan catatan pengusaha harus melakukan dialog dengan pekerja untuk
mencapai kesepakatan berdasarkan laporan keuangan yang transparan dan dilaporkan secara
tertulis kepada dinas ketenagakerjaan setempat sebelum H-7 Lebaran.
Masyarakat perlu menggunakan THR sewajarnya dan tidak boros. Di samping itu jangan biarkan
pendapatan tambahan ini berlalu tanpa makna. Pandemi korona yang masih terjadi akan
membuat suasana Lebaran berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Covid-19 juga akan memberikan wajah lain bagi para penerima THR. Mungkin ada sebagian
karyawan yang akan mendapatkan THR tidak seutuh tahun-tahun sebelumnya karena bisa jadi
perusahaan tempatnya bekerja terdampak pandemi korona. Namun tak sedikit pula yang tetap
mendapatkan THR dengan nilai yang utuh.
Umumnya nilai THR yang diterima karyawan sama dengan satu kali upah bulanan yang biasa
diterima apabila telah melewati masa kerja setahun. Penghasilan yang diterima setahun sekali
ini biasanya selalu dinantikan oleh semua karyawan.
Bagi yang mendapatkan THR di tengah situasi Covid-19 seperti saat ini, hendaknya lebih bijak
dalam mengelolanya. Termasuk menggunakan skala prioritas dalam pemanfaatannya karena ini
hanya terjadi setahun sekali.
Pada Ramadan yang penuh berkah ini, bagi karyawan muslim bisa bersegera melakukan
pembayaran zakat, zakat harta, dan zakat fitrah, yang bisa dilakukan dengan cara online ke
badan amil zakat. Atau dapat pula diserahkan kepada mereka yang memerlukan, terutama di
lingkungan sekitar.
Bila selama ini masyarakat agak sulit untuk menabung dana darurat karena gaji bulanan yang
diterima tidak cukup, THR ini bisa jadi sumber penghasilan untuk mendongkrak jumlah tabungan.
Dana darurat juga bisa dialokasikan dalam bentuk emas, deposito, dan reksadana.
(bmm).
25

