Page 266 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 266

Ringkasan

              Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan pihaknya akan membuka
              posko pengadulan bagi perusahan yang mengaku tidak mampu membayarkan Tunjangan Hari
              Raya ( THR ) para pegawainya. Nantinya, itu untuk mengecek atau memvalidasi apakah benar
              perusaahaan itu tidak mampu membayarkan THR .



              DINASKER DKI AKAN BANGUN POSKO PENGADUAN BAGI PERUSAHAAN TAK BISA
              BAYAR THR PENUH

              Jakarta  Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  DKI  Jakarta,  Andri  Yansyah  mengatakan  pihaknya  akan
              membuka  posko  pengadulan  bagi  perusahan  yang  mengaku  tidak  mampu  membayarkan
              Tunjangan Hari Raya ( THR ) para pegawainya.

              Nantinya, itu untuk mengecek atau memvalidasi apakah benar perusaahaan itu tidak mampu
              membayarkan THR .

              "Begitu  ada  permohonan  baru  kita  lakukan  penelitian,  dia  sektor  mana,  kita  lihat  laporan
              keuangan. Jika misalkan kita tetapkan dengan tim yang kita bentuk bahwa dia masuk UMP 2020,
              kita buat surat," kata Andri kepada awak media, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

              Menurutnya  pembayaran  THR  di  DKI  bisa  dilakukan  secara  asimetris.  Ia  menjelaskan,  bagi
              perusahaan yang benar tidak mampu membayar penuh THR maka dapat memberikan sesuai
              kemampuan perusahaan.

              "Prinsipnya kita gunakan UMP 2021 tapi kebijakan kita asimetris," jelas Andri.

              Meski  menerima  posko  aduan  bagi  perusahaan,  Andri  menegaskan  pihaknya  tetap
              mensosialisasikan aturan pembayaran THR dari Menaker.

              "Bahwa THR itu besarannya enggak bisa diganggu gugat, tapi kalau sistem pembayarannya baru
              nanti bisa kita lihat, cicil atau tunai atau dikasih waktu," kata dia.


              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur
              di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk
              memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan,"
              kata Menaker Ida di Jakarta, pada Virtual Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021 di Jakarta,
              hari Senin (12/4/2021).

              "Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," sambungnya.

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker Ida menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri

                                                           265
   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271