Page 409 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 409

dicicil. "Iya pembayaran THR tahun ini harus dibayar penuh, tidak dicicil," ujar Kepala Disnaker
              Kota Mataram, Hariadi di Mataram, kemarin (20/4).



              DISNAKER SERUKAN PERUSAHAAN BAYAR PENUH THR PEKERJA

              Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram kembali menyerukan perusahaan untuk memenuhi
              kewajibannya membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya. Sesuai dengan surat
              edaran Kementerian tenaga kerja, THR tahun ini harus dibayarkan secara penuh dan tidak lagi
              dicicil. "Iya pembayaran THR tahun ini harus dibayar penuh, tidak dicicil," ujar Kepala Disnaker
              Kota Mataram, Hariadi di Mataram, kemarin (20/4).

              Hariadi mengatakan, ketentuan tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena tahun lalu,
              THR boleh diberikan dengan dicicil. Tapi tahun ini, THR harus diberikan secara utuh kepada
              karyawan. "Karena itu isi surat edaran Menteri Tenaga Kerja. THR tidak boleh dicicil. Mungkin
              karena dilihat kondisi ekonomi sudah mulai membaik," katanya.

              Surat edaran tersebut ditindaklanjuti di daerah. Disnaker memastikan sudah bersurat langsung
              ke  seluruh  perusahaan  di  Kota  Mataram.  Isi  surat  tersebut  meminta  dan  mengingatkan
              perusahaan membayarkan kewajibannya. THR dibayarkan maksimal H-7 Lebaran Idul Fitri. "Kita
              sudah bersurat. Maksimal H-7 lebaran THR sudah dibayarkan," ungkapnya.

              Surat edaran sudah dikirimkan ke seluruh perusahaan. Di Kota Mataram, Disnaker mengirimkan
              surat kepada 1.807 perusahaan. Baik perusahaan kecil maupun besar. Seluruhnya menerima
              surat untuk mengingatkan pembayaran THR "Itu semuanya sudah kita kirimkan surat. Mereka
              harus membayar THR itu," terangnya.

              Untuk perusahaan besar atau bonavit. Hariadi mengatakan tidak sulit membayar TH R kepada
              karyawannya. Tapi bagi perusahaan kecil. Masih kesulitan membayar THR. "Perusahaan kecil ini
              yang biasanya harus kita ingatkan," imbuhnya.


              Untuk melakukan pengawasan THR ini. Disnaker menyiapkan dan mendirikan posko pengaduan.
              Posko ini biasanya menerima pengaduan atau keluhan dari karyawan tentang pemberian THR.
              Seperti  pembayaran  THR  tidak  sesuai  ketentuan.  Maupun  perusahaan yang  tidak  membayar
              kewajibannya. "Kita sudah siapkan posko pengaduan. Nanti biasanya sudah ada yang melapor
              mengadu ke kita," jelasnya.

              Tapi surat edaran tersebut seakan tidak bertaji. Karena tidak ada sanksi yang mengatur jika THR
              tidak diberikan sesuai ketentuan. "Kalau dari kita hanya mengimbau. Tidak ada sanksi. Tapi kan
              sanksinya itu dia harus berikan denda 5 persen dari besaran THR kalau tidak diberikan. Jadi ada
              dendanya kalau tidak dibayarkan. Di luar denda itu harus dia bayar itulah yang kita awasi,"
              katanya.

              Tentang  pengaduan,  hasilnya  nanti  diketahui  setelah  lebaran.  'Tahun  lalu  kita  ada  terima
              pengaduan walaupun posko sudah ada. Karena tahun kemarin itu ada perusahaan yang mencicil
              THR. Kalau tahun ini kan gak ada dicicil itu harus dibayar penuh," jelasnya.






                                                           408
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414