Page 383 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 AGUSTUS 2021
P. 383

MENAKER IDA WANTI-WANTI PERUSAHAAN SEKTOR ESENSIAL PERKETAT
              PROTOKOL KESEHATAN
              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mewanti-wanti perusahaan sektor esensial untuk lebih
              ketat menerapkan protokol kesehatan. Hal ini mengingat pekerja/buruh pada perusahaan sektor
              esensial dapat mempekerjakan 100 persen pekerjanya di tempat kerja.

              "Kita  harus  pastikan  protokol  kesehatan  itu  berjalan  dengan  baik  dan  sesuai  arahan  Bapak
              Presiden  Jokowi,  jika  ada  pekerjanya  yang  ditemukan  positif,  maka  perusahaan  akan  tutup
              selama  5  hari,"  kata  Menaker  Ida  Fauziyah  saat  meninjau  dan  mensosialisasikan  Penerapan
              Protokol  Kesehatan  Bagi  Perusahaan  Kategori  Esensial  di  PT  Panasonic  Gobel  Solutions
              Manufacturing Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (27/8).

              Untuk itu, dalam kunjungan kerjanya ke Pasuruan, Jawa Timur, Menaker Ida ingin memastikan
              penerapan protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan baik pada sektor esensial.

              "Saya bersama LKS Tripartit Nasional ini melihat secara langsung protokol kesehatan, karena
              Panasonic ini adalah salah satu sektor esensial yang diperbolehkan untuk buka kembali dengan
              prokes yang ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

              Penerapan  protokol  kesehatan  dengan  memanfaatkan  aplikasi  seperti  PeduliLindungi,  kata
              Menaker Ida, akan meningkatkan efektivitas pencegahan penularan Covid-19.

              "Dengan aplikasi ini bisa dilihat pekerja sudah divaksinasi atau belum, dan terkonfimasi positif
              Covid-19  atau  tidak.  Dengan  itu  kita  bisa  menekan  penyebaran  dan  penularan  Covid-19,"
              ucapnya.

              Agar  penerapan  protokol  kesehatan  dapat  berjalan  maksimal  di  perusahaan  sektor  esensial,
              Menaker Ida pun meminta peran dan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah
              dalam mengawasi protokol kesehatan ini. CM  (srf).







































                                                           382
   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388