Page 97 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 AGUSTUS 2021
P. 97

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, sejauh ini bantuan subsidi gaji/upah (BSU)
              tahun 2021 telah tersalurkan kepada 2,1 juta penerima.



              MENAKER IDA: BSU 2021 TELAH DISALURKAN KEPADA 2,1 JUTA PENERIMA

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, sejauh ini bantuan subsidi gaji/upah (BSU)
              tahun 2021 telah tersalurkan kepada 2,1 juta penerima.

              "Ini yang sudah bisa ditransfer adalah mereka yang Banknya Bank Himbara. Berikutnya akan
              dibukakan untuk teman-teman pekerja yang belum memiliki rekening Himbara," ujar Menaker
              Ida dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Minggu (29/8).

              Lebih  lanjut,  di  sela-sela  kunjungan  kerjanya  ke  Jawa  Timur  pada  Sabtu  (28/8),  menemui
              sejumlah pekerja/buruh yang menerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU)
              tahun 2021.

              "Sebagian sudah menerima, sebagian lain dalam proses. Alhamdulillah menurut mereka BSU ini
              digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," kata Ida.

              Dia  menambahkan,  untuk  memudahkan  penyaluran  BSU  tahun  2021,  seluruh  BSU  akan
              disalurkan melalui Bank Himbara. Pekerja/buruh yang telah memenuhi persyaratan dan belum
              memiliki rekening Bank Himbara akan dibukakan rekening baru secara kolektif.

              Selain itu, data calon penerima BSU tahun ini juga dipadankan dengan data penerima Bansos
              lainnya  seperti  PKH,  Kartu  Prakerja,  dan  BPUM.  Hal  ini  untuk  menghindari  duplikasi  data
              penerima bantuan pemerintah.

              "Jadi memang bantuan pemerintah biar bisa lebih luas menyasar kelompok masyarakat yang
              terdampak pandemi Covid-19," terang dia.

              Lebih lanjut Ida mengatakan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa Tripartit memegang peranan
              penting dalam menjaga kelangsungan usaha dan bekerja di masa pandemi Covid-19.
              Tripartit  yang  terdiri  dari  unsur  pemerintah,  pengusaha,  dan  pekerja/buruh,  harus  memiliki
              komitmen yang sama dalam melihat permasalahan maupun solusi menghadapi dampak pandemi
              Covid-19 di sektor ketenagakerjaan.

              Tripartit  harus  terus  memperkuat  dialog  sosial  sebagai  sarana  komunikasi,  koordinasi,
              konsolidasi, dan dialog mengenai hal-hal terjadi akibat pandemi tersebut.

              "Kekuatan Tripartit inilah yang menjadi kunci sukses dalam menjaga kelangsungan bekerja dan
              kelangsungan usaha di masa pandemi Covid-19," lanjut Ida.

              Dia menambahkan, untuk memperkuat dan meningkat peranan Tripartit di masa pandemi, pada
              tanggal 13 Juli 2021 lalu, Kemenaker bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia,
              Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo),  dan  pimpinan  Serikat  Pekerja/Serikat  Buruh  telah
              menggelar Deklarasi Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19.

              "Deklarasi  tersebut  merupakan  bentuk  komitmen  bersama  sekaligus  kolaborasi  antara
              pemerintah, pengusaha dan pekerja/buruh untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan, yang
              dilandasi  semangat  saling  peduli,  optimis,  dan  bersama-sama  bangkit  dari  dampak  pandemi
              Covid-19," ucap Ida.

                                                           96
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102