Page 96 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 96

BERUJUNG DAMAI, INDOMARET AKAN BAYAR PENUH THR PEKERJANYA

              PERMASALAHAN  hukum  antara  PT  Indomarco  Prismatama  (Indomaret  Group)  dengan
              pekerjanya Anwar Bessy berakhir damai. Pemenuhan hak-hak dari pegawainya tersebut bisa
              diselesaikan dengan kepala dingin.

              Hal itu setelah melalui dialog tripartit antara Indomaret, serikat pekerja dalam hal ini Konfederasi
              Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Hasil dialog
              damai  tersebut  melahirkan  pencabutan  tuntutan  yang  dilayangkan  Indomaret  kepada  Anwar
              Bessy, pemenuhan hak THR, dan kembali mempekerjakan Bessy tanpa mengurangi hak-haknya.

              Selain itu, Anwar juga mengapresiasi KSPI yang telah membatalkan boikot Indomaret. Hal ini
              setelah  ada  kesepakatan  damai  antara  Indomaret  dengan  Bessy.  "Dari  serikat  buruh  juga
              membatalkan dari aksi boikot. Kami apresiasi betul pembatalan boikot tersebut," kata Sekjen
              Kemenaker Anwar Sanusi dalam dialog dengan Kementerian Ketenagakerjaan di Kuningan, DKI
              Jakarta, Kamis (3/6).
              Sebagaimana  diketahui,  pekerja  Indomaret  di  Jakarta  Utara  Anwar  Bessy  harus  menjalani
              persidangan  di  Pengadilan  Negari  Jakarta  Pusat  karena  dilaporkan  secara  pidana  oleh  pihak
              perusahaan akibat rusaknya dinding gipsum saat buruh menuntut THR 2020 dibayarkan seperti
              tahun-tahun sebelumnya. "Alhamdulillah melalui dialog yang sangat panjang antara KSPI dengan
              Indomarco  yang  dimoderatori  Kemenaker  melahirkan  kesepakatan  persoalan  hukumnya
              dicabut," ujar Anwar Sanusi.

              "Manajemen  Indomarco  telah  menyatakan  itikad  baik  dengan  melakukan  musyawarah  dan
              mufakat  guna  memunculkan  alternatif  yang  memungkinkan  yakni  dipekerjakan  kembali,"
              tambahnya.  Anwar  Sanusi  menyampaikan  pandemi  covid-19  yang  berdampak  pada
              perekonomian selayaknya menjadi momentum penting untuk bersatu dan mendukung sehingga
              setiap permasalahan dapat dipermasalahkan melalui dialog atau komunikasi yang baik untuk
              menjaga hubungan industrial yang harmonis.

              KSPI sebelumnya mengancam akan melakukan mogok masal terkait kasus tersebut. Dengan
              kesepakatan tersebut KSPI membatalkan rencana mogok masal sehingga hal itu apresiasi oleh
              Kemenaker. Rencananya pemboikotan Indomaret akan berlangsung Kamis (3/6) tetapi dapat
              dipastikan dibatalkan setelah adanya kesepakatan damai.

              "Apabila  terjadi  mogok  massal,  operasi  toko  tidak  berjalan.  Ini  akan  memberikan  pengaruh
              kepada karyawan dan masyarakat. Segala masalah ketenagakerjaan bisa diselesaikan dengan
              dialog," pungkasnya. (OL-14).
























                                                           95
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101