Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 FEBRUARI 2021
P. 90
Ida menyatakan Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu era yang melanda seluruh bangsa di
dunia. Hal itu ia dasarkan pada survei yang diadakan oleh World Economic Forum (Future of
Jobs Survey, 2018).
Dari hasil survei tersebut diketahui bahwa ada 4 teknologi yang akan mendominasi pada tahun
2018-2022, yaitu high-speed mobile internet, artificial intelligence, big data analytics, dan cloud
technology.
"Dominasi teknologi tersebut menjadi suatu tantangan tersendiri bagi seluruh tenaga kerja di
dunia. Begitu pula di Indonesia, saat ini bangsa Indonesia juga dihadapkan dengan Revolusi
Industri 4.0 yang menuntut sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan handal, sehingga
penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi suatu syarat yang harus
dipenuhi," jelasnya.
Seiring dengan penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan dan pembangunan SDM
Ketenagakerjaan, Menaker Ida telah mencanangkan 9 lompatan besar, yaitu reformasi birokrasi,
pengembangan ekosistem digital ketenagakerjaan, transformasi BLK, link and match
ketenagakerjaan, transformasi program perluasan kesempatan kerja, pengembangan talenta
muda, perluasan pasar kerja luar negeri, visi baru hubungan Industrial, dan reformasi
pengawasan.
Sebagai informasi, kompetisi debat virtual ketenagakerjaan 2021 memperebutkan trofi Menteri
Ketenagakerjaan. Kompetisi ini dimenangkan oleh Faisal Rezza dari Politeknik Ketenagakerjaan
Kemnaker sebagai Juara I, Wahyu Suprapti dari Pusat Diklat SDM Ketenagakerjaan Kemnaker
sebagai Juara II, dan Muhammad Aiza Akbar dari Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian PHI
Kemnaker RI sebagai Juara III.
Pada debat ini, mereka membahas isu-isu ketenagakerjaan guna mewujudkan SDM
Ketenagakerjaan yang lebih cerdas dan lebih unggul dengan tema Membangun SDM
Ketenagakerjaan Lebih Cerdas Lebih Unggul.
Dalam debat ini, tim seleksi tulisan pokok pikiran dan tim juri semifinal adalah para Widyaiswara
Pusat Diklat SDM Ketenagakerjaan. Sedangkan dewan juri pada babak final adalah Anwar Sanusi,
Sekjen Kemnaker RI; Arzeti Bilbina, Anggota Komisi IX DPR RI; Padang Wicaksono, Wakil
Direktur I Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia; dan Addin Jauharudin, Sekjen KNPI.
89

