Page 239 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 239

SOAL THR, POSKO NASIONAL TANGANI 977 ADUAN, NTB 18 ADUAN

              MATARAM,  DS  -  Posko  THR  Keagamaan  2021  telah  menerima  sebanyak  2.897  laporan  dari
              masyarakat hingga kini. Laporan tersebut, terdiri dari 692 konsultasi THR dan 2.205 pengaduan
              THR. Meski demikian, setelah dilakukan verifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan
              data, duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, terdapat sebanyak 977 aduan
              yang perlu ditindaklanjuti.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat press konference secara virtual bersama
              para Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi se-indonesia, pada H-1 Hari Raya Idul
              Fitri mengatakan, terdapat lima isu pengaduan yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021.

              Pertama, THR dibayar dicicil oleh perusahaan. Kedua, THR dibayarkan 50 persen (20- 50 persen).
              Ketiga, THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji. Keempat, THR tidak dibayarkan
              satu bulan gaji.

              "Dan kelima, THR tidak dibayar karena Covid-19," kata Menaker Ida dalam siaran tertulisnya,
              Kamis (13/5).

              Menurut Ida, selain lima isu besar yang diadukan tersebut, terdapat juga lima isu besar dalam
              konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021. Di antaranya, THR bagi pekerja yang
              mengundurkan diri.

              Selanjutnya, THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya, berikutnya THR bagi pekerja yang
              dirumahkan.  Serta,  perhitungan  THR  Bagi  Pekerja  yang  upahnya  disesuaikan  pada  masa
              pandemi. "Dan yang terakhir THR bagi pekerja yang berstatus hubungan Kemitraan (contohnya
              ojek dan taksi online)," ungkap Ida.

              Atas berbagai pengaduan tersebut, lanjut Menaker Ida, Pemerintah melalui Kemenaker telah
              melakukan  berbagai  langkah.  Dimulai  dari  tahap  memverifikasi  dan  memvalidasi  data  dan
              informasi,  dilanjutkan  berkoordinasi  dengan  Disnaker  daerah  dan  instansi  terkait,  untuk
              penyelesaian lebih lanjut.

              "Batas waktu tindaklanjut penyelesaian seluruh aduan tersebut, adalah 30 hari kerja terhitung
              sejak posko dibentuk pada tanggal 21 April 2021," jelas Manajer Ida.

              Sementara itu di Provinsi NTB, Kadis Nakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, menjelaskan
              hingga H-1 Lebaran, pihaknya mencatat sebanyak 18 laporan masyarakat yang diterima Posko
              THR  Provinsi  NTB  Tahun  2021.  "Laporan  masyarakat  tersebut,  terdiri  14  aduan  THR  dan  4
              permintaan konsultasi THR," kata Gede.

              Mantan Kadis Kominfotik NTB itu mengungkapkan, untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut,
              pihaknya telah menerjunkan Tim mediator dan pengawas ketenagakerjaan langsung bekerja
              cepat untuk melakukan klarifikasi lapangan.

              "Tim juga melihat langsung kondisi dan permasalahan yang dihadapi pekerja dan perusahaan,"
              ucap Gede.

              Ia  menuturkan,  setelah  melakukan  klarifikasi  lapangan  terdapat  empat  perusahaan  yang
              sebelumnya belum pernah memberikan THR kepada para pekerjanya, akhirnya mulai tahun ini
              pimpinan perusahaan tersebut sepakat untuk membayarkan THR kepada para karyawannya.
              Kemudian,  empat  perusahaan  yang  telah  mengajukan  permintaan  konsultasi,  saat  ini  sudah
              merealisasikan pembayaran THR kepada para pekerjanya.

              "Dan sisanya 10 perusahaan, akan ditindaklanjuti penyelesaiannya setelah Hari Raya Idul Fitri,"
              tandas Gede Putu Aryadi. RUL.

                                                           238
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244