Page 405 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 405

"Tak  mungkin  menghukum  perushaaan  tak  mampu  membayar  THR,  bisa  ada  ratusan  kena
              hukum. Bisnis itu pasti dilakukan pendekatan aturan yang tak mampu dicarikan solusi, yang
              mampu baru diberikan sanksi tegas, tak ada jadinya yang dihukum ini hanya retrorika," katanya
              saat Webinar, Jumat (7/5/2021).

              Menurut Said Iqbal harusnya pemerintah lebih mengedepankan turun ke lapangan lewat dinas
              ketenagakerjaan  untuk  mengecek  perusahaan  yang  telah  diberikan  stimulus,  sehingga
              berkewajiban membayar THR.

              Menurutnya  sangat  mudah  mengetahui  perusahaan  yang  mampu  membayar  THR  dan  tak
              mampu  membayar,  karena  setiap  perusahaan  diberikan  stimulus  pasti  memiliki  laporan
              keuangan dari jauh hari sebelum Ramadan.

              "Yang benar itu turun ke lapangan, ini bisa telihat perusahaan yang diberikan stimulus yang
              mampu membayar THR. harusnya kemnaker menyuruh dinas tenaga kerja pantau lapangan, ini
              bisa dideteksi dini karena laporan keuangan mereka," katanya.
              Ia juga mengatakan posko THR juga tak efektif sebab banyak buruh tak berani melapor karena
              takut dipecat  atau  diberhentikan.  Menurutnya  masih  ada  laporan  perbedaan  perusahaan  tak
              membayar THR antara pihak KSPI, dan dari Depnaker.

              "Data ini depnaker ini ga punya beberapa perusahaan yang mencicil THR, karena begitu lapor
              dipecat. Buruh dipecat, apalagi outsource, atau kontrak," katanya.

              Maka dari itu ia mengatakan persoalan THR hanya lip service pemerintah, dan hanya retrorik
              semata.













































                                                           404
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410