Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 Januari 2021
P. 83
Parti kemudian ketika itu memilih pulang ke Indonesia. Selang sebulan kemudian dia bingung
karena belum menerima barang-barang kepunyaannya yang seharusnya dikirimkan ke kampung
halamannya.
Dia memilih kembali ke negeri "Merlion" pada 2 Desember 2016. Perempuan berusia 46 tahun
itu langsung dibekuk oleh kepolisian Singapura ketika mendarat di Changi.
Sejak itu dia berada di Singapura meninggalkan ibundanya di Indonesia. Keluarganya termasuk
abang dan adiknya tidak mengetahui kasus hukumnya hingga muncul di pemberitaan media.
Anak keenam dari pasangan Suban dan Kasmi ini hanya memberitahu dia memiliki masalah
dengan majikannya tanpa menguraikan lebih jauh.
Parti tidak ingin ibundanya yang sudah berusia sepuh 90 tahun jatuh sakit karena cemas akan
nasibnya.
Parti bahkan sempat divonis bersalah pada Maret 2019. Dia kemudian mengajukan banding
mencari keadilan atas dakwaan kejahatan yang tidak pernah dilakukannya sama sekali.
Beruntung, HOME menampung Parti sepanjang di Singapura. Dia juga diwakili secara gratis atau
pro-bono oleh pengacara Anil Bandachari.
Sejumlah pimpinan HOME, aktivis, dan teman mengantar Parti ke Bandara Changi meninggalkan
Singapura.
Adapun proses persidangan Parti belum selesai. Dia harus menghadiri persidangan mengenai
kompensasi yang dituntutnya dari Liew bulan Maret mendatang.
Selain itu ada pengadilan disiplin untuk memeriksa dua jaksa yang sempat menyatakan Parti
bersalah.
Sisi menyampaikan kepada Kompas.com belum diketahui pasti kapankah Parti akan kembali ke
Singapura.
82

