Page 466 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 466

ATURAN THR 2021: WAJIB DIBAYARKAN, INI BESARAN HINGGA WAKTU
              PEMBERIAN THR
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  telah  menerbitkan  Surat  Edaran  pemberian
              tunjangan hari raya (THR) keagamaan pada Senin (12/4/2021).

              Aturan pemberian THR ini terdapat dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang
              Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di
              perusahaan.

              SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia.

              Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, THR wajib dibayarkan penuh kepada pekerja
              dan buruh.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh, " kata Menaker Ida pada Virtual Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021
              di Jakarta, hari Senin (12/4/2021).

              Lebih  lanjut,  Ida  menambahkan  pemberian  THR  Keagamaan  bagi  pekerja/buruh  merupakan
              upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya
              keagamaan.

              "Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

              Dalam  surat  edaran  tersebut,  Menaker  Ida  menyatakan  SE  pelaksanaan  THR  berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Waktu Pemberian THR bagi pekerja Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran
              THR Keagamaan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," jelas Menaker Ida dikutp dari Kemnaker.go.id.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
              pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu.

              Besaran THR 2021 Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12
              bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus,
              tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai perhitungan masa kerja
              dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.
              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Kemudian, bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
              bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

                                                           465
   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471