Page 602 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 602

EKONOM NILAI EFEK EKONOMI THR PENUH BISA GANTI LARANGAN MUDIK

              Jakarta - Pengamat menilai keputusan pemerintah mewajibkan pengusaha membayar tunjangan
              hari  raya  (  THR  )  secara  penuh  maksimal  h-7  Hari  Raya  Idul  Fitri  sudah  tepat.  Ini  akan
              mengompensasi dampak negatif dari larangan mudik pada momen Lebaran tahun ini.

              Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai
              pembayaran THR secara penuh akan berdampak positif pada ekonomi kuartal II 2021. Hal itu
              akan mengerek daya beli masyarakat, sehingga konsumsi akan meningkat.

              "Ini bentuk kontribusi nyata pengusaha untuk pemulihan ekonomi lebih cepat. THR penuh, maka
              ada perbaikan daya beli dan masyarakat bisa mengirim uang untuk saudara di daerah-daerah,"
              ungkap Bhima kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/40).

              Dengan  demikian, perputaran  uang  di  daerah  nantinya  tetap  ada  meski  pemerintah  kembali
              melarang mudik tahun ini. Aliran uang ini khususnya akan terjadi dari kota-kota besar ke daerah-
              daerah.

              "Jadi bisa sedikitnya memberikan kompensasi atas larangan mudik Lebaran," imbuh Bhima.

              Selain  itu,  pembayaran  THR  secara  penuh  juga  akan  berdampak  positif  bagi  pengusaha.
              Pasalnya, mayoritas masyarakat berpotensi menggunakan THR untuk berbelanja.

              Jika masyarakat berbelanja, otomatis permintaan di pasar akan meningkat. Dengan demikian,
              penjualan industri kembali naik.

              "THR penuh artinya banyak uang dibelanjakan dan permintaan barang semakin meningkat,"
              terang Bhima.

              Senada,  Ekonom  dari  Perbanas  Institute  Piter  Abdullah  mengatakan  kebijakan  yang  diambil
              pemerintah terkait pembayaran THR sudah tepat. Selain mewajibkan pembayaran maksimal h-
              7, tetapi pemerintah juga tetap memberikan kelonggaran maksimal dibayarkan h-1 Lebaran bagi
              perusahaan yang keuangannya tertekan.

              "Saya kira ini sudah bijak karena tetap berikan kelonggaran kepada pengusaha, bagaiamana pun
              memang kondisi pandemi banyak pengusaha yang kesulitan," ungkap Piter.

              Untuk itu, ia menilai kebijakan pembayaran THR pada 2021 sudah cukup menguntungkan bagi
              pengusaha dan pekerja. Pekerja akan mendapatkan THR sebelum Lebaran dan pengusaha yang
              keuangannya tertekan diberikan waktu hingga h-1 Lebaran.

              "Itu solusi yang sangat bagus karena terjamin THR dibayarkan walaupun mungkin didapatkan
              pada hari terakhir," ujar Piter.

              Ia juga optimistis kebijakan pembayaran THR tahun ini akan mengerek tingkat konsumsi rumah
              tangga. Untuk itu, Piter memprediksi ekonomi kuartal II 2021 tumbuh positif sekitar 0,5 persen-
              1,5 persen.

              "Ini sudah memperhitungkan pembayaran THR," katanya.

              Sebagai  informasi,  pemerintah  mewajibkan pengusaha  membayar  penuh  THR  pada  h-7  Hari
              Raya  Idul  Fitri  tahun  ini.  Hal  ini  tercantum  dalam  SE  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja
              atau Buruh di Perusahaan.





                                                           601
   597   598   599   600   601   602   603   604   605   606   607