Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 OKTOBER 2019
P. 130
Title INDEF SOAL UPAH BURUH 2020: UMP ITU UPAH MINIMUM BUKAN UPAH LAIK
Media Name merdeka.com
Pub. Date 29 Oktober 2019
https://www.merdeka.com/uang/indef-soal-upah-buruh-2020-ump-itu-upah-m inimum-
Page/URL
bukan-upah-laik.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 yang ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri
Ketenagakerjaan akan naik sebesar 8,51 persen. Namun, di lain sisi Konfederasi
Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menegaskan menolak UMP 2020 dan meminta
kenaikan sebesar 10 persen sampai 15 persen.
Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny
Sri Hartati, menjelaskan yang harus digarisbawahi dan diingat adalah UMP
merupakan upah minimum bukan upah laik. Di mana, pertumbuhannya harus
disesuaikan dengan kondisi kedua belah pihak terutama sesuai perekonomian.
"Formulasi dari UMP itu sendiri adalah gabungan antara inflasi nasional dan
pertumbuhan domestik bruto yang menghasilkan angka 8,51 persen. Jika lebih dari
angka tersebut maka akan memberatkan salah satu pihak (perusahaan)," jelasnya
saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (29/10).
Saat ini investasi industri padat karya sangat sedikit. Padahal industri ini merupakan
penyerap tenaga kerja besar.
Sementara, terjadi kelebihan tenaga kerja. Pengangguran yang tidak terserap cukup
banyak. Walaupun pengangguran terbuka kecil atau menurun tetapi mereka lebih
banyak di sektor informal.
Enny juga menambahkan harus ada upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja,
seperti misalnya pelatihan. Sehingga hal itu dapat mengompensasi beban kenaikan
upah perusahaan. "Jika ada kenaikan produktivitas maka kenaikan upah tidak akan
membebani dunia usaha," jelasnya.
Enny mengingatkan, jika perusahaan tidak mampu untuk membayar kenaikan UMP
dan dipaksakan, yang terjadi nantinya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Jika konflik terjadi terus menerus yang terjadi adalah investasi di sektor padat
karya akan hilang dan pengangguran meningkat. Hal ini akan memberikan peluang
kepada pengusaha-pengusaha nakal yang akan memberikan upah di bawah upah
minimum (UMP). Karena yang terjadi di pasar berapa pun upahnya akan diterima
untuk mendapatkan uang dan hal ini akan merugikan," jelasnya.
Page 129 of 141.

