Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 160

MENAKER SERAHKAN SANTUNAN KEMATIAN KE AHLI WARIS PENELITI VAKSIN
              SINOVAC

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengunjungi  PT  Bio  Farma  (Persero)  di
              Bandung, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, ia menyerahkan Jaminan Kematian (JKM) untuk
              Ketua Uji Klinis Vaksin Sinovac Novilia Sjafri Bachtiar.

              "Mengingat keahlian dan keterampilan yang almarhumah miliki, ini merupakan kehilangan yang
              sangat besar bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi PT Bio Farma (Persero)," ungkap Ida
              dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

              Bagi ahli waris Novilia Sjafri Bachtiar, pemerintah memberikan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar
              Rp  105.263.506,  JKM  Rp  42.000.000,  Jaminan  Pensiun  Berkala  minimal  Rp  356.600/bulan,
              estimasi  beasiswa  anak  kedua  usia  kuliah  Rp  12.000.000,  dan  anak  ketiga  usia  kuliah  Rp
              12.000.000.

              Ida juga menyerahkan JHT untuk ahli waris karyawan Bio Farma lainnya, Dede Wahyu sebesar
              Rp 78.676.062, JKM Rp 42.000.00, Jaminan Pensiun Berkala minimal Rp 356.600/bulan, estimasi
              beasiswa anak pertama usia kuliah Rp 12.000.000, dan anak kedua usia SD Rp 1.500.000.

              Ida pun mengapresiasi Bio Farma yang berkontribusi memastikan ketersediaan vaksin untuk
              masyarakat Indonesia. Ida menyebut keberadaan vaksin berarti penting untuk membangkitkan
              dunia  usaha  dan  industri.  Oleh  sebab  itu,  pemerintah  mendukung  percepatan  pelaksanaan
              program vaksinasi gotong royong untuk mendukung keberlangsungan dunia usaha dan industri.


              "Percepatan program vaksin gotong royong sangat diharapkan. Ini dikarenakan, masih banyak
              perusahaan yang menunggu alokasi vaksin gotong royong tersebut agar segera dapat diberikan
              kepada karyawan dan keluarga mereka," kata Ida.

              Ida mengatakan setelah pekerja divaksinasi, diharapkan produktivitas mereka dapat ditingkatkan
              untuk  mendukung  kegiatan  usaha  dan  industri.  Hal  itu  akan  membantu  pemulihan  ekonomi
              nasional.


              "Kami harapkan, para pekerja baik di lingkungan industri, pabrik, maupun perusahaan, akan bisa
              bekerja lebih produktif serta terhindar penyebaran COVID-19," kata Ida.

              Ida  berpendapat  perlu  adanya  tambahan  alokasi  vaksin  bagi  daerah-daerah  yang  menjadi
              konsentrasi industri padat karya. Seperti halnya alokasi 15.000 vaksin di Provinsi Banten, Jawa
              Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.



















                                                           159
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165