Page 184 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 184

Nusa  Tenggara  Barat  (NTB)  dengan  mengajak  semua  pengusaha  mendaftarkan  pekerja
              mendapat vaksin Gotong Royong.

              Dorongan itu tidak hanya pada proses vaksinasi yang sedang berlangsung saat ini, tetapi saat
              Vaksin Gotong Royong telah diluncurkan pemerintah ke tengah-tengah masyarakat. Negara telah
              merencanakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 melalui vaksinasi Gotong Royong. Rencana ini
              untuk memaksimalkan upaya vaksinasi Covid-19 di lingkungan pekerja.

              "Kadin telah membuka akses bagi perusahaan di bawah keanggotaan Kadin untuk mendaftarkan
              perusahaan berserta karyawannya di situs Kadin pusat. Tercatat sudah ada 10 ribu pegawai
              perusahaan  di  NTB  yang  mendaftar  sebegai  penerima  Vaksin  Gotong  Royong.  Sedangkan
              pengusaha yang belum mendaftar didorong untuk mengakses Vaksin Gotong Royong atas nama
              perusahaan",  kata  Ketua  Kadin  NTB  H.  Faurani,  Rabu  (14/7/2021)  di  dialog  Radio  Republik
              Indonesia Mataram bertopik Mendorong Dunia Usaha dalam Vaksin Gotong Royong.

              Faurani mengatakan, Kadin mengajukan diri untuk mampu membantu pemerintah pada upaya
              menimbulkan kekebalan kelompok di tengah masyarakat terhadap virus Covid-19. Dukungan itu
              menunjukan kesiapan Kadin dalam kesuksesan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong.


              Faurani  menyatakan,  Kadin  menyadari  bahwa  belum  ada  realisasi  yang  pasti  kapan  Vaksin
              Gotong Royong mulai diberikan kepada pekerja. Kadin NTB telah melayangkan surat sebanyak
              dua kali ke Kadin pusat mengenai pelaksanaan dan distribusi.

              Untuk  itu  pekerja  diharapkan  tetap  mendapat  vaksin  secara  gratis  agar  perusahaan  tidak
              terkesan komersial terhadap pekerja. Skema maupun pendistribusannya pun dinanti Kadin NTB
              dalam dua pekan ini.









































                                                           183
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189