Page 325 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 325

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan skenario perpanjangan
              PPKM Darurat hingga 6 minggu kepada Badan Anggaran DPR RI pada Senin 12 Juli 2021. Hal
              itu dilakukan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 terutama varian Delta yang mengalami
              lonjakan sejak pertengahan Juni lalu.

              Kendati  begitu,  Juru  Bicara  Kementerian  Koordinator  Bidang  Kemaritiman  dain  Investasi
              (Kemenko Marves) Jodi Mahardi menegaskan, pihaknya belum memiliki rencana memperpanjang
              PPKM Darurat . Untuk diketahui, Menko Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk oleh Presiden Joko
              Widodo sebagai Koordinator PPKM Darurat di Jawa dan Bali.


              "Belum  ada  rencana  perpanjangan  PPKM  Darurat  .  Namun  kita  akan  cermati  perkembangan
              penurunan  laju  penyebaran  kasus.  Kita  masih  fokus  PPKM  Darurat  saat  ini  dan  bagaimana
              menurunkan mobilitas," ujar Jodi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (13/7/2021).

              Jodi  menjelaskan,  pemerintah  sudah  mempersiapkan  prioritas  utama  untuk  penanganan
              tingginya kasus Covid-19.


              Pertama,  mengusahakan  tersedianya  kecukupan  oksigen  bagi  seluruh  daerah  dengan
              memaksimalkan  pasokan  oksigen  dari  perusahaa-perusahaan  nasional  di  Indonesia.  Apabila
              tidak cukup, pemerintah memilki opsi untuk melakukan impor oksigen.

              "Selain itu penambahan TT (tempat tidur) Intensif dan ICU menjadi sangat penting hari ini.
              Pemerintah meminta agar TT intensif dan ICU tersedia 40-50 persen dari seluruh TT yang ada
              di RS seluruh Jawa Bali," kata Jodi.


              Kemudian,  pemerintah  juga  akan  segera  membangun  RS  lapangan  dengan  memaksimalkan
              seluruh gedung milik pemerintah yang sedang diidentifikasi Oleh Kapuskes TNI dan Kapusdokes
              Polri dengan melibatkan peran Kemenkes.

              Lalu ketersediaan obat-obatan juga terus diupayakan. Jodi mengatakan, sampai dengan hari ini
              beberapa jenis obat memang cukup tersedia.


              "Hanya saja beberapa item yang langka seperti actemra dan tocilizumab yang masih terus kami
              cari barangnya dan kami jg sudah menyiapkan opsi impor untuk membantu ketersediaan obat
              ini," katanya.

              Tak hanya itu, importase alat kesehatan, kebutuhan pangan lewat bansos, ketersediaan dokter
              dan perawat hingga vaksinasi hingga ke sektor marjinal juga terus digencar oleh pemerintah.

              "Pada dasarnya ini adalah kerja bersama yang baik, disaat seperti ini kolaborasi dan gotong
              royong konkrit semua pihak, baik itu pemerintah, swasta, masyrakat, partai politik juga media
              menjadi kunci," kata Jodi.













                                                           324
   320   321   322   323   324   325   326