Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 59

LINDUNGI PEKERJA TERDAMPAK

              Kenaikan  kasus  Covid-19  yang  belum  terkendali  di  tengah  pembatasan kegiatan  masyarakat
              diperkirakan  semakin  menekan  sektor  ketenagakerjaan.  Pemerintah  mesti  hadir  untuk
              meminimalkan pemutusan hubungan kerja dan melindungi pekerja yang terdampak Covid-19
              dan kehilangan sumber penghasilan.

              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSP1)  Said  Iqbal,  Rabu  (14/7/2021),
              berpendapat,  di  tengah  lonjakan  kasus  Covid-19  yang  belum  terkendali  dan  perpanjangan
              kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, potensi gelombang
              pemutusan hubungan kerja (PHK) ada di depan mata.

              Berdasarkan  laporan  dari  anggota  serikat,  tidak  sedikit  perusahaan  yang  tengah  berunding
              dengan serikat pekerja untuk membicarakan rencana PHK. Fenomena itu tampak di berbagai
              sektor  manufaktur,  mulai  dari  skala  kecil-menengah  hingga  besar,  serta  di  sejumlah  daerah
              sasaran PPKM darurat.
              Daerah yang melaporkan, antara lain, Tangerang, Bekasi, Banten, Karawang, Purwakarta, dan
              Batam. "Kami terus mengumpulkan datanya, tetapi dari laporan yang masuk, sudah banyak yang
              melaporkan negosiasi rencana PHK dari perusahaan. Kenyataan ini perlu jadi peringatan dini,"
              ujarnya.
              Selain  itu,  tiga  perusahaan  otomotif dan  komponen  otomotif  telah  memutuskan  mengurangi
              karyawan hingga 30 persen. Ada pula kasus PHK di sektor pusat perbelanjaan yang terdampak
              PPKM.  "Tidak  bisa  saya buka  satu per  satu  identitas  perusahaannya,  tetapi  ka-sus-kasus  itu
              banyak," katanya.

              Menurut dia, tidak semua pekerja punya keistimewaan bekerja dari rumah dengan upah stabil
              dan  fasilitas  memadai.  Kluster  penularan  di  pabrik  manufaktur  yang  padat  karya  pun
              bermunculan, seperti sektor garmen, tekstil, elektronik, dan komponen otomotif.
              Di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, misalnya, ratusan buruh yang tertular Covid-19 terpaksa
              dirumahkan untuk isolasi mandiri. "Mereka tak berani melapor karena takut perusahaan ditutup.
              Akhirnya isolasi dan mencari obat/vitamin sendiri. Tidak sedikit yang akhirnya meninggal karena
              sulit mengakses bantuan dan tidak cukup uang," kata Said.
              Pemotongan upah

              Hal senada disampaikan Presiden Asosiasi Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat. Sampai hari
              ini, sekitar 60 persen dari total anggota serikatnya mengadukan rencana PHK oleh perusahaan
              dan kasus PHK yang sudah terjadi.

              Beberapa pekerja tetap ditawari pensiun dini, sementara pekerja kontrak dipecat sebelum masa
              kontraknya  berakhir.  Ada  pula  karyawan  yang  dirumahkan  tanpa  upah  atau  dengan
              pemangkasan upah 25-50 persen.

              Menurut dia, fenomena itu sebenarnya sudah diketahui pemerintah. "Beberapa hari lalu, pejabat
              direktur jenderal di Ke-menterian Ketenagakerjaan juga menyampaikan sendiri ke saya bahwa
              akan ada gelombang PHK besar lagi akibat PPKM darurat, kemungkinan pada Agustus," kata
              Mirah.

              Sementara itu, Ketua Departemen Buruh Perempuan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia
              Dian Septi menyatakan, meski potensi PHK belum ditemukan pada anggotanya yang merupakan
              buruh sektor garmen dan tekstil, mayoritas di antaranya kini mengalami pengurangan jam kerja.




                                                           58
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64