Page 375 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 AGUSTUS 2021
P. 375
"Oleh karena itu, perlu adanya kepedulian bersama demi mewujudkan kenyamanan bekerja
melalui pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja," kata Menaker, saat
menyampaikan sambutan dalam Dialog dengan Pengurus SP/SB Perempuan se-Kabupaten
Gresik bertemakan "Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di Tempat Kerja", di PT
Smelting Gresik, Kamis 5 Agustus 2021.
Menaker menjelaskan, untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan, khususnya
terkait pencegahan kekerasan , pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja, pihaknya
telah melakukan sejumlah upaya.
Di antaranya bimbingan teknis kepada manajemen perusahaan dan SP/SB, membangun
komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB),
serta integrasi dan koordinasi lintas sektoral dalam penegakan hukum.
Selain itu, pihak dia juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap Penghapusan
Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja, serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan,
di antaranya melalui UU Cipta Kerja.
"Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkrit tidak hanya dari pemerintah melainkan
juga dari stakeholder terkait," katanya.
Menaker menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pekerja perempuan juga mengalami beban
tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan rumah
tangga masih dibebankan kepada perempuan.
Ketiga, pengurusan rumah tangga yang masih dibebankan kepada perempuan tersrbut turut
menambah beban pekerja perempuan saat Work From Home (WFH). Keempat, kegiatan School
From Home (SFH) yang juga memberi tugas kepada perempuan untuk mendampingi anaknya
saat belajar di rumah.
"Jadi kita harus ingat, dalam setiap situasi krisis, kelompok yang paling rentan mengalami
kesenjangan, diskriminasi , dan kekerasan , adalah kelompok marjinal di mana pekerja
perempuan termasuk di dalamnya," ujarnya.
Turut hadir dalam acara ini Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang; Dirjen PHI dan
Jamsos, Indah Anggoro Putri; Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta jajaran; dan Presiden
Direktur PT Smelting.***.
374

