Page 157 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 MARET 2021
P. 157
Kabarnya Kemnaker saat ini sedang menyiapkan kebijakan 9 Lompatan Strategis Besar upaya
untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan. Mungkin Ibu Menteri bisa menjelaskan
tentang hal itu, serta bagaimana strategi untuk mengarah ke sana? Iya, kami menyiapkan untuk
menghadapi segala tantangan ketenagakerjaan kedepannya.
Adapun kesembilan lompatan yang dimaksud yakni reformasi birokrasi, ekosistem digital siap
kerja, transformasi BLK, link and match ketenagakerjaan, transformasi kewirausahaan,
pengembangan talenta muda, perluasan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), visi baru
hubungan industrial, serta reformasi pengawasan.
Dari sembilan lompatan itu, ada beberapa langkah yang telah terimplementasi di Balai Latihan
Kerja (BLK) Kemenaker, transformasi BLK serta link and match ketenagakerjaan. Dan saat ini
mulai berlangsung hingga masa jabatan saya di tahun 2024 mendatang.
BLK yang semula melaksanakan pelatihan program dasar, kini mulai berkembang melalui
program unggulan dan didukung dengan instruktur yang kompeten di bidangnya, serta sarana
prasarana sesuai perkembangan teknologi mutakhir.
Sebagai contoh, BBPLK Semarang yang semula hanya pelatihan operator garmen atau menjahit
dasar, saat ini sudah dilaksanakan program pelatihan desain busana. Lulusannya pun tak hanya
bisa menjadi seorang pekerja, tetapi dapat menjadi seorang entrepreneur muda.
Alumni pelatihan pun dapat secara mandiri mengikuti kegiatan fashion show, baik kategori lokal
di daerah masing-masing, maupun kegiatan nasional seperti Muslim Fashion Festival.
Bahkan karya alumni peserta BBPLK Semarang ada yang sudah mengikuti kegiatan fashion show
berskala internasional di Paris.
Saya selalu katakan, pemerintah memiliki tiga pekerjaan rumah (PR) penting. Peningkatan
kualitas pendidikan, peningkatan skill angkatan kerja, serta penyesuaian terhadap industri 4.0
menjadi PR pemerintah saat ini.
Ditambah lagi, kita dipaksa masuk ke industri 4.0, kenapa? Karena pandemi ini mempercepat
penerapan industri 4.0 secara massif.
Makanya, setiap pihak harus membantu penyelesaian masalah ini. Baik itu dari tingkat
pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Salah satunya, dengan mendorong pelatihan berbasis vokasi.
Pelatihan vokasi seperti yang dilakukan BLK, harus bisa menjawab kebutuhan link and match,
antara pencari kerja dengan perusahaan.
Saya tidak mau BLK hanya menjadi sumber pengangguran baru, BLK harus menjadi sumber
ketenagakerjaan baru, dengan daya saing yang mumpuni, dalam satu tarikan nafas.
Kalau tidak, tutup saja BLK ini, karena untuk apa ada BLK kalau hanya menjadi sumber
pengangguean baru. Intinya BLK harus jadi solusi bagi kondisi ketenagakerjaan kita saat ini.
Dari padatnya semua kegiatan ibu, pasti harus membutuhkan waktu dan tenaga ekstra agar
tetap fit. Boleh dong tips menjaga kesehatannya untuk Tribuners agar selalu tampak fit dan
bugar dalam menjalankan aktivitas.
Aktivitas saya yang padat membuatnya harus bisa selalu menjaga tubuh. Terlebih dalam kondisi
pandemi virus corona.
156

