Page 170 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 170
dan diskriminasi di tempat kerja. Sebab, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap produktivitas
kerja dan dapat berdampak pada kelangsungan usaha.
"Oleh karena itu, perlu adanya kepedulian bersama demi mewujudkan kenyamanan bekerja
melalui pencegahan Kekerasan dan Pelecehan di tempat kerja," kata Menaker Ida saat
menyampaikan sambutan dalam Dialog dengan Pengurus SP/SB Perempuan se-Kabupaten
Gresik bertemakan Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di Tempat Kerja yang
berlangsung di PT Smelting Gresik, Jawa Timur, hari Kamis (5/8).
Menaker Ida menjelaskan, untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan,
khususnya terkait pencegahan kekerasan, pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja,
pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya bimbingan teknis kepada manajemen
perusahaan dan SP/SB, membangun komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP)
dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), serta integrasi dan koordinasi lintas sektoral dalam
penegakan hukum.
Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap Penghapusan
Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja, serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan,
di antaranya melalui UU Cipta Kerja.
"Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkret tidak hanya dari pemerintah melainkan
juga dari stakeholder terkait," katanya.
Menaker Ida menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pekerja perempuan juga mengalami
beban tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan
rumah tangga masih dibebankan kepada perempuan.
Ketiga, pengurusan rumah tangga yang masih dibebankan kepada perempuan tersebut turut
menambah beban pekerja perempuan saat Work From Home (WFH). Keempat, kegiatan School
From Home (SFH) yang juga memberi tugas kepada perempuan untuk mendampingi anaknya
saat belajar di rumah.
"Jadi kita harus ingat, dalam setiap situasi krisis, kelompok yang paling rentan mengalami
kesenjangan, diskriminasi, dan kekerasan, adalah kelompok marjinal di mana pekerja
perempuan termasuk di dalamnya," jelasnya.
Turut hadir dalam acara ini Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang; Dirjen PHI dan
Jamsos, Indah Anggoro Putri; Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta jajaran; dan Presiden
Direktur PT Sm [hhw].
169

