Page 222 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 222
Dengan begitu, ia berharap dunia usaha dan serikat pekerja dapat bahu-membahu ikut aktif
dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasioal yang secara simultan mempercepat herd
immunity pada seluruh rakyat Indonesia.
"Saya berharap, komitmen Gotong Royong ini dapat memenangkan Indonesia. Kita belum kalah,
dan kita tidak akan kalah. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh," tegasnya.
Selain pandemi, Menaker Ida juga menggarisbawahi tantangan lain yang dihadapi
pekerja/buruh, yaitu era otomasi yang datang lebih cepat akibat tidak terbendungnya laju
digitalisasi.
Menurutnya, tantangan disrupsi ini dihadapi pekerja/buruh di seluruh dunia. Akibatnya,
masyarakat termarjinal, pekerja/buruh berpendidikan dan keterampilan rendah menjadi
golongan yang paling terdampak. Mereka juga akan menjadi korban pertama digitalisasi otomasi.
"Indonesia dengan mayoritas angkatan kerja yang masih minim pendidikan dan keterampilan
harus mengantisipasi tantangan ini," sambungnya.
Sementara itu, dalam Penandatangan Komitmen Gotong Royong berisi:
Pertama, menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui dialog yang sehat dan kompromi
yang adil.
Kedua, menepis semua berita bohong terkait pandemi Covid-19 yang tidak berdasar pada kajian
medis.
Ketiga, tetap mematuhi protokol kesehatan 5M pasca penerapan PPKM Darurat atau Level 1-4
dan masa-masa sesudahnya.
Keempat, meniadakan pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19, dan
membawa semua bentuk perselisihan ke meja perundingan dengan kepala dingin dan
bertanggung-jawab.
Kelima, pemerintah mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis memperbaiki situasi
industri dan ketenagakerjaan di seluruh Indonesia selama dan pasca-pandemi Covid-19.
Keenam, saling mengingatkan khususnya dalam hal penegakan protokol kesehatan di lingkungan
kerja.
221

