Page 249 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 249

ketenagakerjaan yang dilandasi semangat saling peduli, optimistis, dan bersama-sama bangkit
              dari dampak pandemi Covid-19 .
              Hal  ini  diwujudkan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah  bersama  stakehokders
              ketenagakerjaan se-Jawa Timur, dengan melakukan Deklarasi Gotong Royong .

              "Yang paling penting, semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial, tapi harus dilakukan
              secara  serentak,  bersama-sama  dengan  melibatkan  pengusaha  dan  pekerja  sebagai
              tanggungjawab dan persoalan bersama," katanya.

              Kemnaker bersama KADIN, APINDO, dan serikat pekerja/serikat buruh Jawa Timur melakukan
              Penandatanganan  Komitmen  Gotong  Royong.  Penandatanganan  komitmen,  di  Museum  Mpu
              Tantular Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/8/2021).

              Dalam sambutannya, Ida menyatakan, kunci utama menghadapi situasi pandemi Covid-19, harus
              memiliki percaya diri yang tinggi dan selalu optimistis. Selain itu, kreativitas dan inovasi harus
              terus dilakukan untuk dapat bangkit dari keterpurukan.

              Ia menaruh harapan besar kepada dunia usaha dan serikat pekerja untuk bahu-membahu, aktif
              dalam  mempercepat  pemulihan  ekonomi  nasioal,  yang  secara  simultan  mempercepat  herd
              imunity pada seluruh rakyat Indonesia.

              "Saya berharap, komitmen Gotong Royong ini dapat memenangkan Indonesia. Kita belum kalah,
              dan kita tidak akan kalah. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh," kata Ida.
              Ia  menambahkan,  selain  pandemi  Covid-19,  terdapat  juga  tantangan  disrupsi  yang  dihadapi
              masyarakat  pekerja/buruh,  dimana  era  otomasi  yang  datang  lebih  cepat,  akibat  tidak
              terbendungnya laju digitalisasi.

              Menurutnya,  tantangan  disrupsi  ini  dihadapi  pekerja/buruh  di  seluruh  dunia.  Masyarakat
              termarjinal,  pekerja/buruh  berpendidikan  dan  keterampilan  rendah  menjadi  golongan  yang
              paling terdampak. Mereka juga akan menjadi korban pertama digitalisasi otomasi.

              "Indonesia dengan mayoritas angkatan kerja yang masih minim pendidikan dan keterampilan
              harus mengantisipasi tantangan ini," ucapnya.

































                                                           248
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254