Page 88 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 88

"Oleh  karena  itu,  perlu  adanya  kepedulian  bersama  demi  mewujudkan  kenyamanan  bekerja
              melalui  pencegahan  kekerasan  dan  pelecehan  di  tempat  kerja,"  kata  Menaker  Ida  saat
              menyampaikan sambutan dalam dialog dengan pengurus SP/ SB perempuan seKabupaten Gresik
              yang bertema Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di Tempat Kerja di PT Smelting
              Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/8).

              Menaker  Ida  menjelaskan,  untuk  meningkatkan  perlindungan  bagi  pekerja  perempuan,
              khususnya terkait pencegahan kekerasan, pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja,
              pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya, bimbingan teknis kepada manajemen
              pemsahaan dan SP/SB, membangun komitmen perusahaan melalui peraturan perusahaan (PP)
              dan  perjanjian  kerja  bersama  (PKB),  serta  integrasi  dan  koordinasi  lintas  sektoral  dalam
              penegakan hukum.

              Selain  itu,  pihaknya  akan  menyediakan  aturan  yang  lebih  spesifik  terhadap  penghapusan
              kekerasan dan pelecehan di tempat kerja serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan. Di
              antaranya,  melalui  Undang-Undang  (UU)  Cipta  Kerja.  "Namun,  sinergisitas,  komitmen,  dan
              upaya konkret ddak hanya dari pemerintah, melainkan juga dari stakeholder terkait," katanya.
              Menaker Ida menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pekerja perempuan juga mendapat
              beban tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan
              rumah tangga masih dibebankan kepada perempuan Ketiga, pengurusan rumah tangga yang
              masih dibebankan kepada perempuan tersebut turut menambah beban pe-kerjaperempuansaat
              workfrom home (WFH). Keempat, kegiatan school From home (SFH) juga memberi tugas kepada
              perempuan untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

              "Jadi  kita  harus  ingat,  dalam  setiap  situasi  krisis,  kelompok  yang  paling  rentan  mengalami
              kesenjangan, diskriminasi, dan kekerasan adalah kelompok marginal di mana pekerja perempuan
              termasuk di dalamnya," jelasnya.

              Turut hadir dalam acara itu, Dirjen Binwasnaker dan K3 Haiyani Rumondang, Dirjen PHI dan
              Jamsos Indah Anggoro Putri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserta jajaran, dan presiden
              direktur PT Smelting. (als/c6/wir)

              Caption :

              SIAPKAN  REGULASI:  Menaker  Ida  menyampaikan  sambutan  dalam  dialog  dengan  pengurus
              SP/SB  perempuan  se-Kabupaten  Gresik  bertema  Menghapuskan  Pelecehan  Seksual  dan
              Diskriminasi di Tempat Kerja yang berlangsung di PT Smelting Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/8).

              TINGKATKAN PERLINDUNGAN: Sejumlah pekerja perempuan saat keluar dari salah satu pabrik
              di kawasan industri Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.























                                                           87
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93