Page 177 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 177
"Seiring dengan kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi COVID-19 dan
pemulihan ekonomi nasional, untuk itu diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar
THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja atau buruh," kata Ida dalam konferensi
pers virtual, Senin (12/4/2021).
Meskipun THR tak boleh dicicil, perusahaan yang tidak mampu hanya diperbolehkan menunda
pembayaran THR sebelum Hari Raya Idul Fitri atau H-1 Lebaran. Itu pun harus dibuktikan dengan
data yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan memang tidak mampu membayar
tepat waktu, yaitu H-7 Lebaran.
"Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar agar melakukan dialog dengan pekerja atau
buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik.
Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021," katanya.
Dia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk
membayar THR keagamaan kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan. Artinya THR harus dibayar penuh.
"Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan," tambah Ida.
176

