Page 220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 220

'PELANGGARAN THR' JIKA H -7 BELUM CAIR, LAPORKAN KE POSKO PENGADUAN
              JATIM YANG BUKA MULAI 23 APRIL
              Reporter: Syamsul Arifin | TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pekerja maupun buruh berbagai
              perusahaan di Jawa Timur yang merasa haknya berkaitan Tunjangan Hari Raya (THR) diabaikan,
              kini bisa melapor ke Posko Pengaduan THR.

              Posko tersebut diluncurkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dan Federasi Serikat
              Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan DPW Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Jatim.

              Posko THR Jatim akan mulai menerima pengaduan mulai dari 23 April atau H-5 Lebaran Idul Fitri
              1442 Hijriyah.

              Dikatakan  Habibus  Shalihin  Ketua  Bidang  Buruh  dan  Miskin  Kota  LBH  Surabaya, perusahaan
              dinyatakan melakukan pelanggaran THR bila sampai H -7 lebaran tidak memberikan hak THR
              kepada karyawannya.

              "Kalau sampai H -7 tidak dapat THR itu sudah melanggar. Ini menjadi perhatian Tim Posko THR
              Jatim . Posko ini kami buka sampai H -5 Idul Fitri. Pada hari itu kami akan sampaikan temuan-
              temuan kami," terangnya, Minggu, (25/4/2021).

              Selama 2020 lalu, di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), jumlah pelapor yang masuk ke
              Posko THR 2020 mencapai 3.140 orang pekerja atau buruh.

              Rata-rata merupakan pekerja di perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata, perhotelan, dan
              UMKM.

              "Seperti  kita  ketahui,  pelanggaran  (pembayaran  THR)  ini  terus  berulang.  Salah  satu
              penyebabnya,  karena  lemahnya  ketegasan  dan  pengawasan.  Regulasi  sudah  ada  tinggal
              keseriusan pemerintah. Dalam hal ini Disnaker," bebernya.

              Menteri Ketenagakerjaan sudah mengeluarkan Surat Edaran nomor M/6/HK.04/IV/2020 tentang
              Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  2021  bagi  Pekerja/Buruh  di
              Perusahaan. Kali ini pengusaha tidak bisa mencicil pembayaran.

              Sementara itu, Nurudin Hidayat Wakil Ketua DPW FSPMI Jatim yang menegaskan Tidak ada lagi
              klausul bahwa pengusaha yang terdampak pandemi Covid-19 boleh mencicil pembayaran THR
              bagi buruh/karyawannya.

              "Dengan adanya SE yang dikeluarkan oleh Menaker pada 12 April itu menyatakan, pelaksanaan
              pemberian THR bagi buruh/karyawan tidak boleh dicicil kayak 2020," jelasnya.

              Dia tegaskan, dalam SE itu sudah dijelaskan, bagi perusahaan tidak mampu, perusahaan harus
              berkomunikasi  dengan  pekerja  disertai  bukti  laporan  yang  menyatakan  bahwa  perusahaan
              memang merugi.

              Dia menyayangkan, pelanggaran THR ini terus berulang dari tahun ke tahun dan seperti sudah
              menjadi tradisi. Kendalanya lemahnya penegakan hukum.


              "Dulu  pengawas  selalu  beralasan,  tidak  ada  landasan  hukum  yang  menaungi  mereka  untuk
              memberi sanksi kepada perusahaan yang nakal. Sekarang sudah ada regulasi soal tata cara
              pemberian sanksi ini sampai pembekuan badan usaha," ujarnya.

              Nurudin berharap, Posko Pengaduan THR LBH Surabaya tetap akan mengawal pelanggaran-
              pelanggaran  perusahaan  ini  bahkan  setelah  Lebaran  berakhir.  Dia  berharap,  Posko  terus
              menekan perusahaan sampai perusahaan membayarkan kewajibannya.


                                                           219
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225