Page 306 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 306

LANYALLA IMBAU BURUH JATIM MANFAATKAN POSKO PEMPROV APABILA TIDAK
              DAPAT THR
              SURABAYA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengimbau para buruh dan pekerja
              di  Jawa  Timur  (Jatim)  memanfaatkan  Posko  Pengaduan  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  yang
              dibentuk Pemerintah Provinsi Jatim.

              "Posko pengaduan THR yang diluncurkan Pemprov Jatim dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
              oleh para buruh dan pekerja ataupun karyawan apabila THR terkendala," kata LaNyalla di sela
              reses di Surabaya, Jatim, Sabtu (24/4).

              Dia menjelaskan Posko Pengaduan THR yang dibuat pemprov tersebar di 38 kabupaten/kota, 16
              balai latihan kerja (BLK), dan kantor Dinas Tenaga Kerja Jatim.

              "Segera  mengadu  ke  posko-posko  tersebut  apabila  ada  masalah  untuk  mendapatkan  THR,"
              ungkap senator asal Jatim itu.

              Mantan ketua umum PSSI ini juga memuji Pemprov Jatim yang berinisiasi membentuk Posko
              Pengaduan  THR.  Menurutnya,  posko  tersebut  merupakan  komitmen  Pemprov  Jatim  untuk
              membantu buruh maupun pekerja yang kesulitan dalam hal pencairan THR.

              "Pelayanan publik ini tentunya merupakan inovasi layanan yang diberikan pemerintah provinsi
              agar bisa segera merespons masalah-masalah yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri yang
              dialami buruh, pekerja atau karyawan," ujarnya.
              Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengakui permasalahan THR jelang hari raya
              memang sangat sensitif, apalagi di masa pandemi Covid-19.

              Oleh karena itu, dia menegaskan, langkah Pemprov Jatim patut diancungi jempol. "Apresiasi
              kami sampaikan kepada pemerintah Jatim yang merespons cepat masalah yang krusial seperti
              THR. Ini perlu juga dicontoh oleh daerah lain," katanya.

              LaNyalla  pun  memastikan  akan  terus  mengawal  hingga  pelaksanaan  pembayaran  THR
              diselesaikan  oleh  pihak  perusahaan  kepada  para  buruh  dan  karyawan.  Alumnus  Universitas
              Brawijaya  tersebut  mengingatkan,  THR  harus  diberikan  karena  merupakan  kewajiban
              perusahaan memenuhi kesejahteraan para pekerjanya.

              "Pemerintah sudah mewajibkan pembayaran THR tahun 2021 harus diberikan paling lambat 7
              hari  sebelum  Idulfitri.  Perusahaan  harus  memenuhinya  dan  saya  siap  mengawal  agar  para
              pengusaha membayar kewajibannya," kata dia.

              Pengusaha  yang  merintis  usaha  dari  bawah  itu  mengingatkan  bahwa  kewajiban  perusahaan
              membayar THR ini sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              LaNyalla  juga  mengatakan,  aturan  THR  juga  merupakan  amanat  dari  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  nomor  6  tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Jadi, jangan main-main karena sudah merupakan aturan rigid yang telah dibahas bersama,
              termasuk dengan pengusaha dan serikat buruh serta pekerja," pungkas LaNyalla.









                                                           305
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311