Page 348 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 348
PEMBAYARAN THR SESUAI UPAH KERJA
Kementerian Ketenagakerjaan telah mengeluarkan surat edaran tentang Tunjangan Hari Raya
(THR) keagamaan tahun 2021, kepada perusahaan seluruh Indonesia.
Perusahaan diwajibkan melakukan pembagian THR kepada pekerjanya. Kepala Bidang (Kabid)
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota
Parepare Arifin Rasyid mengatakan, pemberian THR oleh setiap perusahan kepada pekerjannya,
yakni 75% upah pokok dan 25% tunjangan tetap.
Menurutnya, bagi pekerja kurang dari setahun atau hanya kontrak, maka upahnya dibayar sesuai
lama bekerja. Dia juga menjelaskan, perusahaan berdampak Covid--19 dapat membicarakan
kondisi kantor mereka dengan pekerja, untuk mencari solusi dan mendapatkan kese-pakata n,
karena hal itu adalah hak buruh.
"Ada perusahaan tidak menggunakan istilah upah pokok, tetapi langsung istilah upah secara
total. Kalau pembayarannya tetap, satu bulan upah," katanya.
Bagaimana pekerja harian atau kontrak? Itu juga ada aturannya, apabila dibayar secara harian,
maka pembayaran THR dihitung dari berapa bulan mereka bekerja. Apabila pekerja kontrak 10
bulan, maka itu menjadi rata-rata dan pedoman gaji bulan pekerja kontrak.
"Kalau misalnya mereka istilah kontrak, satu bulan juga dia bekerja, tetap mereka mendapat
THR tetapi secara proporsional.
Katakanlah mereka bekerja tiga bulan di bawah satu tahun, 3 bulan, dikali 1 kali upah, dibagi 12
bulan," jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya telah membuat konsep terkait pembayaran THR untuk diajukan ke
kepala daerah dalam bentuk surat edaran nantinya.
"Sementara ini konsepnya sudah dibuat, selanjutnya akan diajukan ke pimpinan untuk dibuatkan
surat edaran. Pastinya pembayaran H-7 lebaran," tandasnya, (ana)
347

