Page 388 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 388

POSKO PENGADUAN THR JATIM RESMI DIBUKA

              Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
              (FSPMI)  dan  DPW  Konfederasi  Rakyat  Pekerja  Indonesia  (KRPI)  Jatim  meluncurkan  Posko
              Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR), Jumat (23/4/2021).

              Posko  THR  Jatim  ini  akan  mulai  menerima  pengaduan  dari  pekerja  maupun  buruh  berbagai
              perusahaan di Jawa Timur yang hak-haknya berkaitan THR dilanggar oleh perusahaan sampai
              23 April atau H-5 Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah.

              Habibus Shalihin Ketua Bidang Buruh dan Miskin Kota LBH Surabaya mengatakan, perusahaan
              dinyatakan melakukan pelanggaran THR bila sampai H-7 lebaran tidak memberikan hak THR
              kepada karyawannya.

              "Kalau sampai H-7 tidak dapat THR itu sudah melanggar. Ini menjadi perhatian Tim Posko THR
              Jatim. Posko ini kami buka sampai H-5 Idulfitri. Pada hari itu kami akan sampaikan temuan-
              temuan kami," ujarnya dalam peluncuran posko secara daring.

              Selama 2020 lalu, di masa Pandemi Covid-19, jumlah pelapor yang masuk ke Posko THR 2020
              mencapai 3.140 orang pekerja atau buruh. Rata-rata merupakan pekerja di perusahaan yang
              bergerak di sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM.

              "Seperti  kita  ketahui,  pelanggaran  (pembayaran  THR)  ini  terus  berulang.  Salah  satu
              penyebabnya,  karena  lemahnya  ketegasan  dan  pengawasan.  Regulasi  sudah  ada  tinggal
              keseriusan pemerintah. Dalam hal ini Disnaker," ujarnya.

              Menteri Ketenagakerjaan sudah mengeluarkan Surat Edaran nomor M/6/HK.04/IV/2020 tentang
              Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  2021  bagi  Pekerja/Buruh  di
              Perusahaan. Kali ini pengusaha tidak bisa mencicil pembayaran.
              Nurudin Hidayat Wakil Ketua DPW FSPMI Jatim yang menegaskan itu. Tidak ada lagi klausul
              bahwa  pengusaha  yang  terdampak  pandemi  Covid-19  boleh  mencicil  pembayaran  THR  bagi
              buruh/karyawannya.

              "Dengan adanya SE yang dikeluarkan oleh Menaker pada 12 April itu menyatakan, pelaksanaan
              pemberian THR bagi buruh/karyawan tidak boleh dicicil kayak 2020," ujarnya dalam kesempatan
              yang sama.

              Dia tegaskan, dalam SE itu sudah dijelaskan, bagi perusahaan tidak mampu, perusahaan harus
              berkomunikasi  dengan  pekerja  disertai  bukti  laporan  yang  menyatakan  bahwa  perusahaan
              memang merugi.

              Dia menyayangkan, pelanggaran THR ini terus berulang dari tahun ke tahun dan seperti sudah
              menjadi  tradisi.  Seperti  halnya  yang  disampaikan  Habibus  Salihin,  kendalanya  lemahnya
              penegakan hukum.

              "Dulu  pengawas  selalu  beralasan,  tidak  ada  landasan  hukum  yang  menaungi  mereka  untuk
              memberi sanksi kepada perusahaan yang nakal. Sekarang sudah ada regulasi soal tata cara
              pemberian sanksi ini sampai pembekuan badan usaha," ujarnya.

              Nurudin berharap, Posko Pengaduan THR LBH Surabaya tetap akan mengawal pelanggaran-
              pelanggaran  perusahaan  ini  bahkan  setelah  Lebaran  berakhir.  Dia  berharap,  Posko  terus
              menekan perusahaan sampai perusahaan membayarkan kewajibannya.

              Adapun  tata  cara  pengaduan  pelanggaran  THR  oleh  perusahaan  ini  bisa  dilakukan  dengan
              datang langsung ke Kantor LBH Surabaya di Jalan Kidal Nomor 6 Surabaya pada jam kerja dari
              hari Senin-Jumat mulai Pukul 09.00-14.00 WIB.
                                                           387
   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393