Page 613 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 613

positive  -  Masafumi  Ishii  (Duta  Besar  Jepang  untuk  Indonesia)  Ada  pekerja  berketerampilan
              khusus dari berbagai negara dan pekerja Indonesia merupakan pekerja terbanyak kedua setelah
              Vietnam



              Ringkasan

              Dalam rangka menyiapkan tenaga kerja berketerampilan spesifik (specified skilled worker/SSW)
              ke  Jepang,  Kementerian  Ketenagakerjaan  akan  melatih  480  Calon  Pekerja  Migran  Indonesia
              (CPMI) yang berasal dari seluruh Indonesia.



              LATIH BAHASA JEPANG, KEMNAKER TINGKATKAN KOMPETENSI 480 CALON
              PEKERJA MIGRAN INDONESIA

              Jakarta  -  Dalam  rangka  menyiapkan  tenaga  kerja  berketerampilan  spesifik  (specified  skilled
              worker/SSW) ke Jepang, Kementerian Ketenagakerjaan akan melatih 480 Calon Pekerja Migran
              Indonesia (CPMI) yang berasal dari seluruh Indonesia. Selain untuk meningkatkan kompetensi,
              pelatihan  bahasa  Jepang  secara  daring  (oline)  tersebut  juga  bertujuan  meningkatkan
              pelindungan  kepada  pekerja  migran,  sebagaimana  diamanahkan  Undang-Undang  Nomor  18
              Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI).

              "Pelatihan Bahasa Jepang yang kita selenggarakan pada siang hari ini, merupakan salah satu
              manifiestasi  dari  kesepakatan  antara  pemerintah  Indonesia  dan  Jepang  melalui  MoC
              (Memorandum  of  Cooperation)  yang  ditandatangani  pada  tanggal  25  Juni  2019  lalu,"  kata
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan bahsa
              Jepang secara daring bagi CPMI Tahun 2020 di Ruang Serbaguna, Kemnaker, Jakarta, hari Jumat
              (14/8/2020).

              Menaker Ida mengungkapkan, dalam MoU tersebut, Indonesia diberi target untuk mengirimkan
              SSW  ke  Jepang  sebanyak  70  ribu  orang  untuk  jangka  waktu  5  tahun  ke  depan.  Mereka
              merupakan bagian dari 350 ribu orang tenaga kerja asing yang dibutuhkan Jepang untuk mengisi
              14 sektor.

              "Selain itu, Kemnaker juga akan mempersiapkan implementasi dari kesepakatan Indonesia Japan
              Economic Partnership Agreement (IJEPA), khususnya untuk up-skilling bahasa Jepang," katanya.
              Menaker  Ida  menyadari  situasi  pandemi  Covid-19  yang  melanda  seluruh  dunia,  termasuk
              Indonesia, berdampak pada berbagai sektor, khususnya sektor kesehatan dan ekonomi. Situasi
              tersebut turut mempengaruhi proses pelatihan kerja yang biasanya dilaksanakan secara offline
              atau tatap muka secara langsung pada suatu tempat yang sama.
              "Namun dalam situasi global yang terjadi saat ini harus dilakukan penyesuaian metode dalam
              rangka  memutus  mata  rantai  penularan  COVID  19,  yaitu  dengan  metode  dalam  jaringan
              (daring/on-line). Kami harapkan pelatihan dengan metode daring (online) dilaksanakan tanpa
              menghilangkan substansi dan pencapaian kompetensi yang dibutuhkan," ujar Menaker Ida.

              Kepada peserta pelatihan, Menaker Ida berpesan agar mengikuti pelatihan secara serius dan
              sungguh-sungguh.  "Jangan  menyia-nyiakan  waktu  dan  kesempatan  yang  sudah  diberikan
              kepada kalian, apa lagi pelatihan ini disubsidi oleh Pemerintah. Ingat, kalian terpilih dari ratusan
              orang yang berminat dan mendaftar," ujarnya.






                                                           612
   608   609   610   611   612   613   614   615