Page 583 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 AGUSTUS 2020
P. 583
PEMERINTAH SIAPKAN STIMULUS TAMBAHAN BAGI PEKERJA UNTUK DORONG
KONSUMSI MASYARAKAT
Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia juga ekonomi
dunia, semua negara terdampak termasuk Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja
mengumumkan angka output perekonomian atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia
periode kuartal II 2020 negatif. PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus
5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Terdapat dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi, dengan
memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk
masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi
bunga dan kredit.
Selanjutnya juga dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat
karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan
dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini. Rasa aman dapat mendorong masyarakat
tingkat menengah ke atas untuk mulai berani membelanjakan uang atau tabungannya pada
sektor-sektor produktif maupun investasi, dengan begitu diharapkan akan menggerakkan
perekonomian di Indonesia.
"Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak dan saling
berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, program keluarga
harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM, dibutuhkan waktu, data yang akurat serta
koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat.
Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama
pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini
agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit," jelas Ketua Pelaksana Komite Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima
redaksi, Kamis (6/8/2020).
Erick Thohir turut mengonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa stimulus
selanjutnya dari pemerintah adalah bantuan gaji tambahan kepada pekerja dengan pendapatan
tertentu dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).
"Pemerintah telah memiliki program bantuan untuk rakyat miskin dan pekerja yang terdampak
pemutusan hubungan kerja melalui program Kartu Prakerja. Tujuan pemerintah
menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal
ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi," jelas Erick
Thohir.
"Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan
bulan September 2020. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan
BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan
atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan
selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja
sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," pungkasnya..
582

