Page 351 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 351
kesempatan serupa," kata Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dari keterangan rilisnya, Jumat
13 Agustus 2021.
Ia mengatakan secara SDM, PMI asal Sumatera Barat sudah sangat memadai untuk bisa bekerja
di luar negeri. Kendala yang dihadapi hanya persoalan bahasa.
Karena itu menguasai bahasa asing sudah seharusnya menjadi kewajiban bagi generasi muda
saat masih menuntut ilmu di tingkat SMA/SMK apalagi di Perguruan Tinggi.
"Ke depan, penguasaan bahasa asing juga akan menjadi perhatian dalam sistem pendidikan kita
di Sumatera Barat," ujarnya.
PMI menurutnya adalah pahlawan devisa yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan diri dan
keluarga tetapi juga berperan dalam membantu devisa negara.
Ia berpesan, sebagai orang Minangkabau yang memiliki falsafah di mana bumi dipijak di sana
langit dijunjung, PMI yang berangkat harus bisa menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan
di negara tujuan.
Ke depan Gubernur mengatakan pihaknya akan menyinkronkan PMI dengan Minang Diaspora
atau perantau Minang yang ada di negara tujuan agar mereka tetap merasa ada yang
mengayomi sesama orang dari kampung meskipun di negara tujuan ada lembaga yang akan
memberikan pengawasan dan perlindungan.
Sementara itu Perwakilan UPT BP2MI Padang, Bayu Aryadhi, mengatakan pemberangkatan
tersebut merupakan program BP2MI bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Sumatera Barat. Pemberangkatan dilakukan menggunakan protokol kesehatan untuk
penerbangan internasional.
Sebenarnya ada 12 orang yang telah dilatih dan akan dikirim ke Jepang, namun karena ada
kendala maka hanya 10 orang yang akhirnya diberangkatkan.
"Bagi yang akan berangkat, apapun yang akan dilakukan nanti di Jepang nanti, jangan lupa
bahwa kita juga membawa nama baik bangsa," katanya.
Ia menyebut penghasilan masing-masing PMI yang dikirimkan itu di Jepang sekitar Rp12
juta/orang per bulan. Jika yang berangkat 10 orang maka akan menyumbang Rp120 juta per
bulan atau setara Rp1,2 miliar setahun sehingga membantu devisa negara.
Ia berpesan agar PMI yang dikirimkan tersebut tidak hidup konsumtif di Jepang, tetapi
menabung untuk bekal saat pulang kembali ke Tanah Air.
350

