Page 54 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 54
Judul Merdekakan Pekerja Migran Indonesia dari Praktik Ijon dan Renten
Nama Media Kompas
Newstrend Pembebasan Biaya bagi PMI
Halaman/URL Pg1
Jurnalis VTO
Tanggal 2021-08-16 04:22:00
Ukuran 90x349mmk
Warna Warna
AD Value Rp 135.450.000
News Value Rp 1.354.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
"Selamat tinggal, rentenir." Kira-kira itulah kalimat paling tepat untuk menggambarkan
selesainya pesta pora sindikat penempatan pekerja migran Indonesia (PMI). Kini, pekerja migran
bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk bekerja tanpa khawatir tercekik pinjaman berbunga
tinggi. Sebab, selama ini, PMI tidak bisa meminjam langsung ke perbankan dan terjerat pinjaman
pada sindikat ilegal dengan sistem ijon. Para pengijon mencekik PMI dengan bunga pinjaman
mencapai 28,8 persen.
MERDEKAKAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DARI PRAKTIK IJON DAN RENTEN
"Selamat tinggal, rentenir." Kira-kira itulah kalimat paling tepat untuk menggambarkan
selesainya pesta pora sindikat penempatan pekerja migran Indonesia (PMI). Kini, pekerja migran
bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk bekerja tanpa khawatir tercekik pinjaman berbunga
tinggi.
Sebab, selama ini, PMI tidak bisa meminjam langsung ke perbankan dan terjerat pinjaman pada
sindikat ilegal dengan sistem ijon. Para pengijon mencekik PMI dengan bunga pinjaman
mencapai 28,8 persen.
Melihat kondisi tersebut, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), berkolaborasi
dengan BNI dan Jasindo, telah berhasil menginisiasi kredit tanpa agunan (KTA) untuk modal
bekerja PMI, sebelum berangkat ke negara tujuan penempatan.
Dengan KTA ini, PMI akan mendapatkan pembiayaan dengan bunga 11 persen. Jelas ini lebih
ringan 17 persen daripada meminjam dari sindikat ijon. Selain KTA, BP2MI juga telah berhasil
meluluskan program lain untuk memerdekakan PMI dari para sindikat ijon, yaitu melalui kredit
usaha rakyat (KUR). KUR ini memberikan pembiayaan dengan bunga ringan sebesar 6 persen.
"Negara hadir untuk memberikan modal kerja. Jadi, PMI tidak perlu lagi menjual harta benda
keluarga untuk bekerja dan tidak terjebak pinjaman dengan bunga jauh di atas kewajaran," ujar
Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Jakarta, Jumat (13/8/2021).
53

