Page 1068 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1068

DUKUNG UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK, PENGUSAHA MENGAKU SUDAH NGOS-
              NGOSAN
              Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Provinsi DKI Jakarta Sarman
              Simanjorang menilai keputusan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang tidak menaikkan
              upah minimum di tahun 2021 sangat bijak.

              "Kondisi dunia usaha saat ini yang sudah ngos-ngosan untuk mampu bertahan, sangat tidak
              memungkinkan menaikkan upah," kata Sarman (27/10/2020).

              Sarman menambahkan, saat ini cashflow di dunia sudah mengkhawatirkan. Jika dalam kondisi
              seperti ini ada kenaikan upah, maka pengusaha akan melakukan rasionalisasi yang lebih ketat,
              misalnya melakukan PHK yang semakin banyak dan tahun depan tidak menambah karyawan
              baru.

              Sarman menilai kebijakan Ida ini sudah sesuai dengan rumusan atau formula yang ditetapkan
              dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015. Di dalamnya, kata dia, di atur UMP tahun
              berjalan ditambah memperhitungkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional tahun 2020.

              Jika dihitung malah minus dan seharusnya UMP turun. "Tapi kan tidak mungkin UMP diturunkan,"
              ujarnya.

              Wakil  Ketua  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Bidang  Perdagangan  Benny  Soetrisno
              menyampaikan hal yang sama. Dia menilai keputusan Ida ini memberikan napas bagi pengusaha
              setelah 2020.

              "[Saat ini] separuh tahun, income hampir enggak ada, tapi tetap membayar karyawan walaupun
              di rumah kan," ujar Benny. Sebab kalau dilakukan PHK, perusahaan juga tidak mampu membayar
              pesangonnya.
              Sehingga Benny berharap tahun 2021 pasar atau permintaan mulai kembali normal. Walaupun,
              persaingan  dari  sisi  supply  akan  meningkat  tinggi.  "Hampir  semua  negara  mulai  meningkat
              aktivitas produksi dan supply -nya," kata Benny.

              Di  sisi  lain,  kelompok  buruh  memprotes  keputusan  Ida  ini.  Ida  pun  dinilai  tidak  memiliki
              sensitivitas atau kepekaan terhadap nasib buruh.

              "Hanya memandang kepentingan pengusaha semata," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja
              Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan resmi di hari yang sama.


























                                                          1067
   1063   1064   1065   1066   1067   1068   1069   1070   1071   1072   1073