Page 1082 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1082

Penilaian itu disampaikan langsung Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia atau Institute
              Kebijakan Alternatif Perburuhan Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Rabu (28/10).


              LABOR INSTITUTE: SE MENAKER TEPAT, PHK MASSAL BISA TERJADI JIKA UPAH
              BURUH NAIK TINGGI

              Sekretaris  Eksekutif  Labor  Institute  Indonesia  atau  Institute  Kebijakan  Alternatif  Perburuhan
              Indonesia, Andy William Sinaga/Net
              Keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Menaker
              Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada masa Pandemi
              Covid-19 sudah tepat.

              Penilaian itu disampaikan langsung Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia atau Institute
              Kebijakan Alternatif Perburuhan Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Rabu (28/10).

              Andi William Sinaga mengatakan bahwa keputusan untuk tidak menaikan Upah Minimum Provinsi
              (UMP)  di  tahun  2021  harus  dihindarkan  dari  gejolak  sosial.  Sebab  tahun  2020  hingga  2021
              diprediksi masih dalam kondisi Pandemi Covid 19.

              "Gejolak sosial dimaksud Labor Institute Indonesia adalah adanya aksi unjuk rasa masif, mogok
              kerja,  dan  PHK  masif  dikarenakan  situasi  dan  kondisi  perekonomian  secara  global  sedang
              terancam," terangnya.

              Menurut catatan Labor Institute Indonesia, pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 2,79 persen,
              kuartal II sebesar minus (-) 5,32 persen, dan kuartal III minus (-) 2 persen. Katanya, secara
              global pertumbuhan ekonomi Indonesia minus dan diprediksi untuk tahun 2020 dan 2021 sulit
              merangkak naik.

              "Jumlah pengangguran menurut catatan Labor Institute per September 2020 diprediksi 3, 5 juta
              buruh kehilangan pekerjaan, dan setiap bulan angka PHK tersebut akan naik," urainya.

              Labor Institute Indonesia menilai PHK massal akan sulit dihindari jika upah minimum dipaksa
              naik tinggi. Selain itu, para investor juga diprediksi hengkang ke luar negeri jika upah minimum
              naik.
              "Jadi  kami  berpendapat  bahwa  langkah  Menteri  Ketenagakerjaan  mengeluarkan  SE  Menaker
              Nomor M/11/HK.04/X/2020 di masa Pandemi Covid-19 sudah tepat, karena saat ini Indonesia
              dalam situasi pemulihan ekonomi," tegasnya.

              Di saat pandemi, buruh bisa dibayar upah sesuai dengan upah minimum 2020 sudah terbilang
              cukup baik. Jika upah dipaksakan naik, maka PHK tidak akan bisa dihindari.

              Hal ini akan menimbulkan gejolak sosial karena jumlah pengangguran akan merangkak naik, dan
              kalau tidak mendapatkan pekerjaan baru dapat menjurus kerawanan sosial ditengah - tengah
              masyarakat  "Pengusaha  diprediksi  akan  melakukan  kebijakan  penutupan  usaha  yang  ujung-
              ujungnya PHK, apabila upah minimum naik cukup signifikan," kata Andi William Sinaga.

              "Kami mengimbau kalangan serikat buruh/serikat pekerja di Indonesia agar menahan diri dengan
              mengedepankan sosial dialog melalui media lembaga bipartit dan tripartit untuk merundingkan
              Surat Edaran Menaker tersebut," tutupnya.

              EDITOR: WIDIAN VEBRIYANTO Tag: ANDY WILLIAM SINAGA IDA FAUZIYAH LABOR INSTITUTE
              INDONESIA MENAKER .


                                                          1081
   1077   1078   1079   1080   1081   1082   1083   1084   1085   1086   1087