Page 1329 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1329

UPAH MINIMUM 2021 JADI JALAN TENGAH PENGUSAHA DAN BURUH

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyatakan  penetapan  Upah  Mimimum  Tahun  2021
              untuk mengakomodasi kepentingan antara buruh dan pengusaha. Di satu sisi pengusaha tetap
              bisa menjalankan kegiatan sedangkan dari sisi buruh hak untuk mendapatkan upah yang layak
              tetap terlindungi.

              "Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan. Atas dasar
              itulah SE ini kami keluarkan," ucap Ida Fauziyah dalam Konferensi Pers di Gedung Graha Badan
              Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Jakarta, Selasa (27/10).

              Keputusan  ditetapkan  melalui  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.04/2020  ini  mengatur  tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
              19). Penerbitan SE tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan secara mendalam oleh Dewan
              Pengupahan  Nasional  (Depenas)  terkait  dampak  Covid-19  terhadap  pengupahan.  Pandemi
              Covid-19 telah berdampak kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
              hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.

              "Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya beli para pekerja melalui subsidi gaji. Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan oleh
              pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah
              yang sudah dilakukan," ucap Ida Fauziyah.

              Sementara  itu  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  mengatakan
              tantangan  yang  dihadapi  tahun  ini  adalah  mencegahnya  bertambahnya  jumlah  Pemutusan
              Hubungan Kerja (PHK). Pemerintah juga mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
              Sektor usaha diberikan relaksasi melalui perbankan.

              "Kalau  mereka  masih  bisa  bertahan  tentu  untuk  tidak  melakukan  PHK  upah  penggajiannya
              disamakan dengan tahun 2020," ucap Airlangga dalam kesempatan yang sama.

              Ia  mengatakan  perbankan  relatif  punya  sabuk  pengaman  di  sektor  keuangan.  Sabuk
              pengamannya  antara  lain  terlihat  pada  kecukupan  modalnya  yang  masih  bagus.  Capital
              Adequacy  Ratio  (Rasio  Kecukupan  Modalnya)  masih  23%.  Cadangan  devisa  juga  meningkat
              hingga US$ 130 miliar. Hal ini, lanjut dia, menunjukkan Indonesia memiliki sabuk pengaman
              yang kuat di sektor keuangan. Sehingga mampu mendorong usaha untuk restrukturisasi bahkan
              pemerintah menaruh modal di perbankan.

              "Supaya  perbankan  bisa  melakukan  restruturisasi  UMKM  dan  sektor produktif  dengan  syarat
              (perusahaan  peminjam  uang)  tidak  melakukan  PHK,"  ucapnya.  Konfederasi  Serikat  Pekerja
              Indonesia (KSPI) menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan yang mengeluarkan surat edaran
              Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020. Dengan keluarnya surat edaran ini aksi
              perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras  terhadap penolakan tidak  adanya  kenaikan  upah
              minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.
              Presiden  KSPI  Said  Iqbal  dalam  pernyataan  resmi  yang  diterima  pada  Selasa  (27/10)
              mengatakan, pengusaha memang sedang susah namun buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya
              pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021. Tetapi bagi
              perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikkan
              upah  minimum  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," ucapnya. Editor : Gora Kunjana
              (gora_kunjana@investor.co.id).
                                                          1328
   1324   1325   1326   1327   1328   1329   1330   1331   1332   1333   1334