Page 1361 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1361

Gubernur  Jawa  Timur  Khofifah  Indar  Parawansa.  Himawan  menegaskan,  Khofifah  sebagai
              Gubernur nanti yang tetap akan memutuskan berapa besaran UMP (upah minimum provinsi)
              pada 2021.



              BURUH TUNTUT KENAIKAN UMP 2021

              Keputusan pemerintah yang membatalkan kenaikan upah minimum untuk 2021, mengundang
              reaksi para buruh. Buruh menuntut pemerintah membatalkan keputusan yang termuat dalam
              Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020.

              Buruh  menuntut  kenaikan  upah  minimum  provinsi  pada  2021  sebesar  Rp  600  ribu  dengan
              perhitungan tertentu. Yakni, dengan angka rata-rata upah minimum kota (UMK) di 38 kabupaten
              dan kota.
              "Terkait upah minimum dari surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan itu
              tidak perlu naik. Jelas itu kami tolak," kata Sekjen FSPMI Jawa Timur Jazuli kepada wartawan,
              Selasa (27/10).

              Setelah ketemu angka rata-rata dari penjumlahan UMK di 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur,
              barulah dapat ditetapkan besaran UMP-nya. Selain UMP, Jazuli juga menuntut pemerintah tetap
              menaikkan angka UMK dan UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota) pada 2021.

              Menurutnya, pandemi Covid-19 jangan dijadikan alasan agar pengusaha tidak menaikkan UM
              untuk  buruhnya,  terutama  pekerja  baru.  Karena,  justru  saat  pandemi,  banyak  buruh  yang
              diwajibkan menjalani tes kesehatan yang notabene biayanya ditanggung buruh sendiri.

              "Karena Presiden sudah menyampaikan soal subsidi upah bagi buruh yang gajinya dibawah lima
              juta  rupiah.  Juga  kewajiban  mematuhi  protokol  kesehatan,  termasuk  rapid  test,  yang  tidak
              masuk dalam item upah," kata Jazuli.

              Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Jawa  Timur  Himawan  Estu
              Bagijo mengatakan, tetap menampung semua tuntutan terkait UM. Usulan UM dari buruh dan
              pengusaha akan dirapatkan dengan tim pengupahan.

              Hasilnya, akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Himawan
              menegaskan, Khofifah sebagai Gubernur nanti yang tetap akan memutuskan berapa besaran
              UMP (upah minimum provinsi) pada 2021.

              "Dalam rapat itu (rapat penetapan UMP) nanti kita lihat apa yang terjadi. Kalau memang ada
              usulan naik dari buruh, di notulensi kami tuliskan. Termasuk kalau ada usulan dari pengusaha,
              akan kami tuliskan," kata Himawan.

              Menurutnya, Khofifah tentu akan menetapkan besaran UMP berdasarkan pertimbangan sejumlah
              aspek. Salah satunya, yakni Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Penetapan Upah
              Minimum pada 2021.

              Himawan  menjelaskan,  surat  edaran  dari  pemerintah  pusat  itu  sudah  berkekuatan  hukum.
              Artinya, pemerintah provinsi sebagai bawahan, wajib mematuhinya.

              Meski begitu, dirinya menyadari bahwa akan ada pihak-pihak yang dirugikan dan diuntungkan.
              Yang dirugikan, kemungkinan besar akan menggugat keputusan penetapan UMP untuk 2021 ke
              Pengadilan Tata Usaha.





                                                          1360
   1356   1357   1358   1359   1360   1361   1362   1363   1364   1365   1366