Page 994 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 994

MENAKER KLAIM 18 PROVINSI IKUTI EDARAN SOAL UPAH TAK NAIK

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan sudah ada 18 provinsi yang sepakat akan
              mengikuti Surat Edaran (SE) tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi
              Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              "Berdasarkan  pemantauan  pada  hari  Selasa,  27  Oktober  2020,  Pukul  16.35  WIB,  beberapa
              daerah  telah  melaksanakan  sidang  dewan  pengupahan  provinsi  dalam  rangka  persiapan
              penetapan UM tahun 2021," kata Ida dalam keterangannya, Rabu (28/10).

              "Telah menghasilkan kesepakatan akan melaksanakan SE Menteri Ketenagakerjaan," sambung
              dia.

              Provinsi-provinsi yang sejalan dengan SE Kemenaker itu adalah Banten, Bali, Aceh, Lampung,
              Bengkulu,  Kepulauan  Riau,  Bangka  Belitung,  Nusa  Tenggara  Barat,  Nusa  Tenggara  Timur,
              Sulawesi  Tengah,  Sulawesi  Tenggara,  Sulawesi  Barat,  Maluku  Utara,  Kalimantan  Barat
              Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua.

              "Jadi, sebenarnya posisinya setelah kita mendiskusikan secara mendalam, mempertimbangkan
              berbagai hal, jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum
              2020. Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan Nasional. Kita
              harap para gubernur menjadikan ini sebagai referensi dalam menetapkan upah minimum," kata
              Ida.

              Diketahui, Ida menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020 yang diteken pada 26
              Oktober ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia. SE itu mengatur tentang Penetapan Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              kata dia.

              Selanjutnya, upah minimum 2021 secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.

              SE Menaker itu sendiri memicu ketidakpuasan kalangan buruh. Mereka yang tengah mendemo
              Omnibus Law pun semakin tersulut untuk menyuarakan pendapat di jalanan.

              Buruh menyebut pemerintah tak sensitif terhadap kondisi pekerja yang makin memprihatinkan
              di  tengah  pandemi.  Padahal,  peningkatan  upah  buruh  bisa  memicu  daya  beli  yang  bisa
              mendongkrak perekonomian. Terlebih, tak semua pengusaha terdampak Covid-19.

              "Pemerintah tidak memiliki sensitivitas terhadap penderitaan kaum buruh Indonesia, dan hanya
              mementingkan  kepentingan  kalangan  pengusaha  saja,"  kata  Ketua  FSPMI  Sumut  Willy  Agus
              Utomo, Rabu (28/10).

              (CTR/aud/arh).









                                                           993
   989   990   991   992   993   994   995   996   997   998   999