Page 79 - E-MODUL BIOLOGI MATERI SISTEM PERNAPASAN
P. 79
"Pada kondisi kesehatan tertentu, orang menjadi lebih mudah
mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain,
khususnya orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-
anak," kata Tjandra dalam keterangan tertulis, Ahad, 6 September 2015.
Pernyataan itu disampaikannya menyikapi bencana kabut asap akibat
kebakaran hutan di sejumlah daerah, seperti Jambi dan Riau.
Seseorang dapat mengalami sesak napas dan infeksi paru jika selalu
terpapar kabut asap secara langsung dan dalam jangka waktu lama. Tjandra
mengatakan asap tersebut dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput
lendir di hidung, mulut, dan tenggorokan. Tak hanya itu, asap kebakaran
hutan juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, dan infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) hingga pneumonia.
ISPA mudah menyerang ketika daya tahan tubuh manusia melemah,
pola bakteri, dan lingkungan yang buruk, seperti adanya paparan kabut
asap. "Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga
berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi," ujar
Tjandra.
Tjandra mengatakan asap akibat kebakaran hutan juga akan
memperburuk asma dan penyakit paru lain, seperti bronkhitis kronik dan
penyakit paru obstruktif kronis. Penyakit ini ditandai dengan hambatan
aliran udara di saluran napas karena respons paru terhadap gas beracun.
Selain gangguan pernapasan, kabut asap juga menyebabkan iritasi pada
mata dan kulit. Mata yang terkontaminasi asap akan menjadi gatal, berair,
dan menimbulkan peradangan.
Secara tidak langsung, polutan asap juga akan mencemari air dan
makanan. Jika air dan makanan itu dikonsumsi masyarakat, akan
menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare. Asap juga mampu
menimbulkan stres pada manusia dan menurunkan daya tahan tubuh.
Dinas Kesehatan Riau menyebutkan, hingga kini, sebanyak 9.386 orang
terjangkit penyakit akibat paparan asap. Adapun jumlah pasien penderita
saluran pernapasan atas (ISPA) sebanyak 7.312 orang, asma 296 orang,
pneumonia 290 orang, iritasi mata 485 orang, dan iritasi kulit 903 orang.
(Putri Adityawati)
78 E-Modul Biologi Terintegrasi Nilai-Nilai Al-Qur’an Struktur dan Fungsi Organ Sistem Pernapasan

