Page 7 - BULETIN 1220
P. 7

KOMISI III  • DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA  Anggota DPR Apresiasi Pemerintah

               Akomodir Kebebasan Pers


               di KUHP






                          nggota Komisi III DPR
                          RI Hinca Pandjaitan    Komisi III, Gedung Nusantara II   (MA) No.1608/K/Pid/2005 tanggal 9
                                                                               Februari 2006 sebagai rujukan dalam
                                                 DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin
                          mengapresiasi Tim      (3/10). Hadir dalam rapat dengar   mengakomodir usulan Dewan Pers
                          Pemerintah dalam       pendapat tersebut mewakili Tim   untuk masuk dalam KUHP. Hinca
               A hal ini Kementerian             Pemerintah yaitu Wamenkumham   menilai, Putusan MA No.1608/K/
               Hukum dan Hak Asasi Manusia       Prof. Edward Omar Sharif      Pid/2005 tanggal 9 Februari 2006
               (Kemenkumham) yang telah          Hiariej beserta segenap jajaran   tepat sebagai acuan karena sangat
               mengakomodasi pasal-pasal yang    Kemenkumham.                  membela kinerja jurnalistik.
               mendukung kebebasan pers untuk      “Semangat demokrasi kita       “Saya ingin memberi apresiasi
               masuk dalam Rancangan Kitab       dalam menjaga kebebasan pers   untuk itu. Karena, kalau kita ingat
               Undang-Undang Hukum Pidana        merupakan kesempatan emas     beberapa waktu lalu Dewan
               (RUU KUHP) sebagaimana masukan    untuk memasukkannya dalam     Pers juga telah menyampaikan
               Dewan Pers. Mengingat, usulan     KUHP kita ini. Oleh karena itu, apa   pandangan-pandangannya. Oleh
               yang telah disampaikan Dewan Pers   yang disampaikan teman-teman   karena itu, kita menghormati
               merupakan bagian dari semangat    Dewan Pers ini adalah bagian   pandangan Dewan Pers sudah
               melahirkan KUHP yang menjunjung   dari semangat kita melahirkan   diakomodir oleh Tim Pemerintah.
               tinggi kemerdekaan pers sebagai   KUHP kita yang mendukung dan   Saya hanya ingin mengatakan
               basis membangun demokrasi         menjunjung tinggi kemerdekaan   bahwa pasal-pasal yang
               Indonesia kedepannya.             pers sebagai basis kita untuk   mendukung kebebasan pers jangan
                  Demikian disampaikan Hinca     membangun demokrasi kita      ada yang terlepas dan diakomodir
               saat menghadiri Rapat Dengar      kedepan. Maka, saya sangat    di bagian penjelasan dalam KUHP,”
               Pendapat antara Komisi III DPR RI   mengapresiasi tinggi Tim    tegas Hinca.
               dengan Tim Pemerintah terkait     Pemerintah yang telah merespon   Diketahui bahwa, Putusan MA
               penjelasan pemerintah             masukan Dewan Pers dengan     No.1608/K/Pid/2005 tanggal 9
               atas hasil sosialisasi              sangat baik,” ujar Hinca.   Februari 2006 itu antara lain berbunyi
               RUU KUHP dengan                         Selain itu, Politisi Fraksi   bahwa Aturan Pers haruslah lebih
               beberapa pemangku                     Partai Demokrat itu juga   diprioritaskan dibanding aturan
               kepentingan                           menyampaikan apresiasi    lainnya termasuk KUHP.
               yang digelar                           terhadap Tim Pemerintah     Wamenkumham
               secara 'hybrid'                        yang telah menggunakan   mengungkapkan usulan Dewan
               di Ruang Rapat                         Putusan Mahkamah Agung   Pers untuk reformulasi Pasal 473
                                                                               ayat (3), Pasal 443 ayat (5) dan Pasal
                                                                               440 ayat (2) RKUHP yaitu mengatur
                                                                               “tugas jurnalistik sebagai salah
                                                                               satu pengecualian atau alasan
                                                                               penghapusan pidana khusus
                                                                               dari Tindak Pidana Penghinaan
                                                             Anggota Komisi III DPR RI   (Pencemaran), Pencemaran Orang
                                                             Hinca Pandjaitan.
                                                                               Mati dan Penghinaan Ringan     Scan QR
                                                                                                              untuk berita
                                                                               (bersama ‘kepentingan umum atau   selengkapnya
                FOTO: JKA/PDT                                                  karena terpaksa membela diri’) dapat
                                                                               dipertimbangkan untuk diakomodasi
                                                                               dalam penjelasan. l pun/aha


                                                                                  Nomor 1220/II/X/2022  •  Oktober 2022  7
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12