Page 11 - Kelas XI_Sejarah Indonesia_KD 3.9
P. 11

4.  Kelompok  Asrama  Indonesia  Merdeka,  Badan  Permusyawaratan  Pemuda  Pelajar
                         Indonesia di Jalan Kebon Sirih 80 dengan tokoh-tokoh antara lain Wikana dan Jusuf
                         Kunto

                      Berikut ini ditampilkan beberapa golongan muda yang dianggap memiliki peran kunci di
                  sekitar proklamasi:


                       Tokoh Golongan Muda        Peran di Sekitar Proklamasi      Nilai Perjuangan

                    Chaerul Saleh, Asmara Hadi,     Menemui Sukarno di
                    A.M. Hanafi, Soediro, Sayuti    lapangan terbang
                    Melik, dan S.K Trimurti         Kemayoran usai kembali
                                                    dari Dalat, Vietnam, pada
                                                    sore hari, tanggal 14
                                                    Agustus 1945
                                                   Mendesak Sukarno agar
                                                    segera memproklamirkan
                                                    kemerdekaan

                    Chaerul Saleh, Djohar Nur,      Mengadakan rapat di
                    Soebadio Sastrosatomo,          gedung Bakteriologi, Jalan
                    Margono, Darwis                 Pegangsaan Timur 17,
                    Karimoeddin, Sjarif Thajep,     tanggal 15 Agustus 1945,
                    Erie Soedewo, Chandra Alif,     pukul 20.00 WIB
                    Wahidin, Soebianto, Nasrun      Rapat membawa agenda       Nasionalis
                    Iskandar, Armansyah, A.B.       agar Sukarno dan            Religius
                    Lubis, Bonar S.K, dan D.N       Mohammad Hatta segera       Berintegritas
                    Aidit                           memproklamirkan             Berani
                                                    kemerdekaan                 Pantang menyerah
                                                                                Inisiatif
                    Wikana,   Darwis,   Soeroto,     Mendatangi kediaman
                    Soebadio, dan Yusuf Kunto       Sukarno di Jalan            Menjunjung tinggi asas
                                                    Pegangsaan Timur 56          musyawarah untuk
                                                    untuk menyampaikan hasil     mufakat
                                                    rapat di gedung             Mengedepankan
                                                    Bakteriologi, tanggal 15     kepentingan bangsa dan
                                                    Agustus 1945, pukul 23.00    Negara diatas kepentingan
                                                    WIB                          pribadi
                                                                                Memegang teguh tradisi
                                                                                 intelektual (membaca,
                    Wikana, Darwis, Soeroto,        Mengadakan rapat di Jalan   menulis, berpidato, dan
                    Soebadio, Yusuf Kunto,          Cikini 71, tanggal 16        berdiskusi)
                    Chaerul Saleh, Djohar Nur       Agustus 1945, pukul 01.30      Menjaga persatuan
                                                    WIB                          nasional dalam bingkai
                                                    Merencanakan untuk          keberagaman
                                                    menculik Sukarno dan
                                                    Mohammad Hatta ke
                                                    Rengasdengklok

                    Sodanco Singgih, Chaerul        Menjemput Sukarno dan
                    Saleh, Wikana, dr. Muwardi,     Mohammad Hatta
                    Sukarni, Yusuf Kunto            dikediamannya untuk
                                                    dibawa ke
                                                    Rengasdengklok, tanggal
                                                    16 Agustus 1945, pukul
                                                    06.00 WIB


                                                             10
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16