Page 16 - Kelas XI_Bahasa dan Sastra Indonesia_KD 3.3
P. 16
Klausa dalam Teks Ilmiah/ Modul Bahasa dan Sastra Indonesia/ Kelas XI Peminatan
4) Klausa Numeralia
Klausa yang predikatnya berupa kata bilangan
Contoh:
Peneliti itu puluhan pakar
S P
(Nomina) (Numeralia)
5) Klausa Preposisional
Klausa yang predikatnya berupa kata depan (preposisi)
Contoh:
Kami akan ke sekolah esok hari
S P Ket
(nomina) preposisi)
d. Berdasarkan Kedudukan dalam Kalimat
Klausa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu klausa bebas dan klausa terikat.
1) Klausa Bebas
Adalah klausa lengkap yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna. Dalam
kalimat majemuk, klausa bebas memiliki status yang utama. Bahkan, klausa
dianggap sebagai induk kalimat. Oleh karena itu, klausa bebas sering disebut klausa
utama atau klausa inti.
Contoh:
• Mereka terus menyelidiki virus corona itu sehingga menemukan
(klausa utama) (klausa bawahan)
penangkalnya.
• Ketika hujan berhenti, kami memutuskan pergi ke rumah Rani.
(klausa bawahan) (klausa utama)
2) Klausa Terikat
Adalah klausa yang menjadi bagian dari klausa lain. Klausa terikat disebut juga
klausa bawahan, klausa sematan, klausa nonfinal, atau anak kalimat.
Ciri-ciri klausa terikat
(a) Selalu terdapat dalam kalimat majemuk bertingkat.
(b) Posisi klausa terikat dalam kalimat majemuk dapat berpindah-pindah
(c) Klausa terikat selalu diawali kata sambung atau konjungsi tidak setara
(subordinatif), seperti konjungsi meskipun, ketika, sesudah, karena, bahwa,
bahkan, dan lain-lain
(d) Selalu menduduki salah satu fungsi, misalnya subjek,objek, pelengkap,
keterangan, atau atribut subjek, objek, pelengkap, dan keterangan.
Contoh:
• Mereka terus menyelidiki virus corona itu sehingga menemukan
(klausa utama) (klausa bawahan)
penangkalnya.
• Ketika hujan berhenti, kami memutuskan pergi ke rumah Rani.
(klausa bawahan) (klausa utama)
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 16

