Page 28 - Al Ashri Edisi 43
P. 28
REMAJA berkreasi
K
Kompetisi ompetisi
Poster Sekolah Hijauoster Sekolah Hijau
P
emaja adalah aset terbesar bangsa yang dia beserta 4 teman lain diberi sebuah tawaran
menjadi tumpuan bangsa Indonesia di masa yang cukup menantang untuk ikut dalam sebuah
Ryang akan datang dengan mengembangkan Kompetisi Poster Sekolah Hijau antar pelajar tingkat
kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Namun SMP/SMA se-Indonesia oleh Pak Sandy (guru
sayangnya banyak di antara remaja-remaja (12 MTs. Pembangunan) untuk menciptakan sebuah
tahun – 21 tahun) yang kurang menyadari akan karya berbentuk poster yang berisikan solusi dari
potensi yang dimilikinya. Untuk edisi kali ini Al permasalahan lingkungan yang ada di lingkungan
Ashri akan mengangkat 2 hasil kreasi remaja dari sekolah masing-masing. Pak Sandy cukup jeli
tingkat MTs. Pembangunan UIN Jakarta bernama melihat adanya potensi dari peserta didik tsanawiyah
Aldia Nadezhda Mediani dan Zerita Zahrotul untuk mengikuti kompetisi/lomba poster tersebut.
Makkah. Menurut Zerita, reaksi pertama saat mendapat
Zerita Zahrotul Makkah saat ini duduk tawaran tersebut sedikit ragu tapi dia berprinsip
di bangku kelas 9 H, lahir di Balikpapan, 19 kesempatan tidak datang dua kali dan menjadikan
Desember 2000, tinggal di Taman Puri Bintaro PB ini sebagai sebuah motivasi untuk melawan keraguan
42 no. 8, Sektor 9, Bintaro Jaya, mempunyai cita- dan tumbuh rasa percaya akan kemampuan yang
cita menjadi seorang arsitek profesional. Sedangkan ada pada diri sendiri. Kesuksesan tidak ditentukan
Aldia Nadezhda Mediani saat ini duduk di kelas dari seberapa banyak kemenangan yang telah
9 B, lahir di Yogyakarta 27 September 2001, dan seseorang raih, namun setumpuk pengalamanlah,
tinggal di Bintaro sektor 2 Jl. Kepodang 5 No 10 ini yang menjadikan seseorang mudah dalam meraih
merupakan calon designer interior. kesuksesan. Adapun tahapan berfikir mereka sudah
Dalam suatu wawancara online dengan tim menerapkan tahapan berfikir ilmiah yaitu memilih
Al Ashri, Zerita bercerita bahwa pada awalnya tema, mengangkat masalah, memikirkan solusi,
membuat konsep, yang pada
akhirnya diilustrasikan dalam
bentuk poster/gambar. Zerita
mengangkat tema posternya
“Manajemen Lingkungan”
mengajak setiap orang harus
mempunyai keinginan yang kuat
untuk memulai hal yang baik
dari yang kecil untuk membuat
perubahan yang besar.
Lain halnya dengan Aldia.
Dia memilih tema poster yaitu
“Energi Terbarukan” karena
menurutnya tema tersebut anti
mainstream dibandingkan dengan
tema-tema yang lain seperti air,
sampah, energi, dan lain-lain.
Permasalahan yang dibahas
dalam poster tersebut adalah
kurangnya pemanfaatan energi
26 ed
edisi 43isi 43