Page 11 - KULTUR JARINGAN FIX_Neat
P. 11

B   Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)

                             Jaringan permanen merupakan jaringan yang berasal dari pembelahan sel-
                        sel  meristem  primer  maupun  sekunder  yang  telah  berdeferensiasi  atau
                        mengalami perubahan bentuk sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan jumlah tipe
                        sel penyusunnya, jaringan permanen dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
                        jaringan sederhana dan jaringan kompleks. Jaringan  sederhana adalah jaringan
                        homogen yang terdiri atas satu tipe sel, contohnya adalah parenkim, kolenkim
                        dan  sklerenkim.  Sedangkan  jaringan  kompleks  adalah  jaringan  heterogen  yang
                        terdiri atas dau tipe sel atau lebih, contohnya adalah xilem, floem dan epidermis
                        (Irnaningtyas, 2014:53).

                             Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dibedakan menjadi empat macam,
                        yaitu  jaringan  pelindung  (epidermis),  jaringan  dasar  (parenkim),  jaringan
                        penyokong dan jaringan pengangkut (vaskuler).




                              JARINGAN PELINDUNG (EPIDERMIS)


                             Jaringan  epidermis  yaitu  jaringan  yang  tersusun  dari  lapisan  sel-sel  yang
                        menutupi permukaan organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah
                        dan  biji.  Jaringan  ini  disebut  dengan  jaringan  pelindung  karena  berfungsi
                        melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan,
                        seperti perubahan suhu, kerusakan mekanik, hilangnya air melalui penguapan,
                        dan  hilangnya  zat-zat  makanan.  Sel-sel  epidermis  dapat  berkembang  dan
                        bermodifikasi  menjadi  alat-alat  tambahan  lain  yang  disebut  derivat  epidermis,
                        seperti  stomata  (mulut  daun),  trikoma  (rambut-rambut),  emergensia,  spina
                        (duri), sel kipas, sel kersik (silika), velamen, dan litokis (Irnaningtyas, 2014:53)
























                                                   Gambar 1.2. Derivat Epidermis




                                                                                                      4
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16