Page 42 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 42
Judul : Selama Pandemi, Beredar 48 Ribu Iklan Obat dan Pangan
Ilegal Online
Nama Media : jawapos.com
Tanggal : 26 September 2020
Halaman/URL :https://www.jawapos.com/kesehatan/25/09/2020/selama-
pandemi-beredar-48-ribu-iklan-obat-dan-pangan-ilegal-online/
Tipe Media : Online
JawaPos.com – Selama pandemi Covid-
19, hampir semua kegiatan dilakukan
secara online, termasuk modus penipuan
obat dan pangan ilegal. Bayangkan,
selama pandemi ada 48.058 tautan iklan
online pangan dan obat ilegal selama
semester I 2020.
Semua itu terungkap dari hasil operasi dan
analisa intelijen Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS),
penjualan secara online pada bulan April 2020 bahkan melonjak hingga 480 persen.
Hal ini memberikan peluang bagi pelaku kejahatan obat dan makanan untuk
mengedarkan obat dan makanan ilegal dan tidak memenuh persyaratan melalui
media online.
Berdasarkan hasil kinerja patroli siber Obat dan Makanan yang dilakukan oleh Badan
POM, terjadi peningkatan jumlah tautan/situs yang teridentifikasi mengedarkan obat
dan makanan ilegal. Pada 2019, BPOM mengidentifikasi 24.573 tautan penjualan
obat dan makanan ilegal. Kini naik 100 persen.
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menegaskan, dalam kondisi pandemi Covid-
19 terus melakukan operasi-operasi penindakan terutama penjualan obat dan
makanan melalui online. Umumnya modus dilakukan dengan sistem kemasan paket
yang siap dikirim langsung kepada konsumen.
“Modus operandi pelaku adalah mengedarkan obat tradisional dan pangan olahan
ilegal melalui platform e-commerce, serta mendistribusikan produk tersebut melalui
jasa transportasi online dan ekspedisi,” ungkap Penny, Jumat (25/9).
“Dari operasi ilegal ini, tersangka berhasil mendapatkan omset miliaran rupiah setiap
tahunnya,” lanjutnya.
Selama kurun waktu Maret-September 2020, telah dilakukan operasi penindakan di
29 provinsi dengan nilai temuan barang bukti sebesar Rp 46,7 miliar rupiah. Khusus
operasi pemberantasan penyalahgunaan Obat–Obat Tertentu (OOT), selama kurun
waktu yang sama Badan POM berhasil melakukan penindakan di 13 kota (Jakarta,
Medan, Padang, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram,
Manado, Mamuju, Makassar, dan Palu) dengan jumlah barang bukti sebanyak
1.632.349 butir OOT senilai Rp 4,04 miliar.

