Page 285 - Menabung_Ebook
P. 285
Leirissa, R.Z. (1999). VOC sebagai Sejarah Soasial, Jurnal Wacana Vol. 1, No.1.
Mallarangeng, R. (2002). Mendobrak Sentralisme Ekonomi. Jakarta: Kepustakaan Populer
Gramedia.
Marwati. (1993). Penyerahan Hindia Belanda tersebut terjadi di Kalijati, Jawa Barat.
Miksic, J.N. & Soekatnp, E. (eds). 1995. The Legacy of Majapahit. Singapore: National
Heritage Board.
Mills, J.V.G. (ed.). (1974). Ma Huan Ying-Yai Sheng-lan. ‘The Overall Survey of the Ocean’s Menabung Membangun Bangsa
Shores’ (1433). Diterjemahkan oleh Feng Ch’eng-chun. Cambridge: University Press.
Mintoardjo, S. (2001). BLBI Simalakama:Pertaruhan Kekuasaan Presiden Soeharto. Jakarta:
Penerbit RESI.
Mufidha Brilian Irianti. 2014. Menabur Kebiasaan: Propaganda Gerakan Menabung
Jepang (1941-1945). Lembaran Sejarah, Vol. 11, No. 1, April 2014.
Muller, H.R.A. (1978). Javanese Terracottas. Lochem: De Tijdstroom.
Parakitri T. Simbolon. 2006. Menjadi Indnesia, Jakarta: Grasindo Kompas.
Poesponegoro, M.D & Notosusanto, N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia, jilid VI. Jakarta:
Balai Pustaka
Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan. (2004). Bank Indonesia Bank Sentral Republik
Indonesia sebuah Pengantar. Jakarta: Bank Indonesia.
Prawiro, R. (1998). Pergulatan Indonesia Membangun Ekonomi: Pragmatisme dalam Aksi.
Jakarta: PT. Eleksmedia Komputindo.
Rahardjo, S. (1990). Tradisi Menabung dalam Masyarakat Majapahit. Telaah Pendahuluan
tehadap Celengan di Trowulan. Dalam Monumen: Karya Pesembahan untuk Prof.
Dr. R. Soekmono. (Editor Edi Sedyawati dkk.), hal. 203-18. Depok: Lembaran Sastra
Seri Penerbitan Ilmiah No. 11 Edisi Khusus Fakultas Sastra Universitas Indonesia. 275
-------------------------. (1990). Celengan Riwayatmu Dulu. Dalam Pameran Celengan dan
Wuwungan Tradisional, hal. 23-26. Jakarta: Bentara Budaya Jakarta.
-------------------------. (1990). Kuwera: Dewa “Businessman”. Dalam Pameran Celengan dan
Wuwungan Tradisional, hal. 23-26. Jakarta: Bentara Budaya Jakarta.
-------------------------. (2011). Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit
Akhir. Jakarta: Komunitas Bambu.

