Page 63 - 03 Nasionalis Pemuda Ulama
P. 63

Peta dipimpin oleh para perwira
               Indonesia, namun hanya hingga tingkat
               daidan (batalion), Jepang juga melarang
               antara daidan berhubungan.

               Kontak di antara daidan hanya dilakukan      Berbeda dengan Peta, anggota Giyu-gun
               oleh perwira penghubung berkebangsaan        mengenakan pakaian seragam tentara
               Jepang. Hal  tersebut karena Jepang          Jepang.
               meragukan kesetiaan Peta dan untuk
               menghindari menyebarnya ketidakpuasan        Di Sumatra, Jepang berhasil merekrut
               yang dapat memicu pemberontakan.             6.000 anggota Giyu-gun. Kemudian
                                                            dibagi ke dalam 30 kompi yang diketuai
               Anggota Peta memakai seragam seperti         oleh perwira Indonesia, dan diawasi ketat
               yang digunakan tentara Jepang, tetapi        oleh Jepang.
               bahannya berasal dari gudang rampasan
               KNIL. Prajurit dan perwira memakai           Keterbatasan personel dan materiel,
               seragam yang sama, namun sepatunya           membuat Jepang menekankan pelatihan
               berbeda. Perwira memakai sepatu kulit        gerilya kepada para sukarelawan.
         52    tinggi sampai ke lutut, prajurit memakai     Latihan utama ditekankan kepada
                                                            stamina fisik dan seishin (semangat),
               sepatu kanvas yang dililitikain hingga
           Literasi Nasional  lutut.                        memiliki keberanian besar dan tidak
                                                            memperdulikan sakit ataupun kematian.
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68